Petani Harus Tahu! Alat Ini Bisa Bikin Proses Panen Lebih Cepat

Alat dan mesin pertanian Combine Harvester
Alat dan mesin pertanian Combine Harvester (Net)

PADANG, KLIKPOSITIF -- Kehadiran alat pertanian berbasis teknologi telah ambil bagian untuk menopang pertumbuhan produksi di sektor tersebut. Dengan teknologi , petani bisa mendorong kuantitas produksi.

Salah satu alat yang mampu membuat proses pertanian seperti memanen lebih efektif adalah Combine Harvester. Bahkan alat tersebut bisa membantu proses panen lebih cepat.

baca juga: Peniliti Ungkap Partikel Covid-19 Bertahan dalam Lift Selama 30 Menit

Salah seorang distributor Combine Harvester tersebut di Sumatera Barat adalah Edwin Ganadhi. Ia mengatakan, dengan alat itu petani bisa memangkas waktu panen 4 sampai 6 jam.

"Jika panen dengan cara manual, petani bisa menghabiskan waktu setengah hari untuk memanen padi di satu hektare sawah. Sedangkan dengan teknologi ini, cuma butuh waktu 2 jam saja," katanya pada KLIKPOSITIF .

baca juga: PUBG Umumkan Kolaborasi Resmi dengan BLACKPINK

Dengan alat ini, ia menjelaskan, petani cukup mengendarai alat tersebut, lalu alat itu akan memotong padi hingga ke tahap menghaluskan sampah sisa padi itu secara otomatis.

"Dengan Combine Harvester ini kerja petani lebih efektif, tidak perlu lagi memotong tanaman padi hingga memisahkan padi dari batangnya secara manual," sebut dia.

baca juga: Hari Tani Nasional: Ini Sejarah Pertanian di Indonesia

Untuk di Sumatera Barat sendiri, pria yang juga menjabat sebagai Manajer Marketing Kubota (alat tani) Padang ini menjelaskan bahwa teknologi ini sudah hampir merata digunakan oleh petani Dharmasraya, Sijunjung dan Pesisir Selatan.

"Bagi petani-petani disana, teknologi ini juga meningkatkan hasil produksi dengan rasio pengurangan padi hampa cuma kurang dari 5 persen dari hasil produksi keseluruhan," jelas Edwin.

baca juga: Agam Terkoneksi, Bupati: Internet Gratis Hingga Pelosok Nagari

Di sisi lain ia juga berpendapat, dengan efektifitas kerja dan peningkatan produksi, petani bisa menjaga keuntungan yang lebih besar dari sawah mereka.

"Combine Harvester ini tidak hanya digunakan petani untuk tanaman padi saja, di beberapa daerah juga digunakan untuk tanaman jagung," ucapnya.

Kendati begitu, ia menyebut alat tersebut tidak bisa digunakan di seluruh area pertanian . Combine Harvester ini hanya bisa dioperasikan di area pertanian yang berkontur datar dan tidak berlumpur tebal.

"Jika dioperasikan di kawasan yang berlumpur tebal dan berbukit, kinerja alat ini tidak bisa maksimal," ujarnya. Namun begitu, ia berharap petani bisa memahami penggunaan alat itu lebih dalam.

Penggunaan alat pertanian berbasis teknologi tersebut seiring dengan program pemerintah yang telah berjalan sejak tahun 2010 lalu. Program itu adalah Alat dan Mesin Pertanian (Alsintan).

Menurut catatan Kementerian Pertanian , sejak tahun 2010 lalu sudah ada ribuan alat pertanian serupa Combine Harvester yang diberikan ke petani di berbagai daerah di Indonesia.(*)

Penulis: Ocky Anugrah Mahesa