Tiga Orang Gepeng di Payakumbuh Terjaring Razia

Tiga gepeng yang diamankan Satpol PP Kota Payakumbuh.
Tiga gepeng yang diamankan Satpol PP Kota Payakumbuh. (Ist)

PAYAKUMBUH , KLIKPOSITIF -- Razia gembel dan pengemis (gepeng) yang dilakukan Pemerintah Kota (Pemko) bersama Polres Kota Payakumbuh dalam beberapa hari terakhir ini telah menjaring sebanyak tiga orang gepeng yang setiap harinya mangkal di lampu merah Labuah Basilang dan di depan pusat perbelanjaan Ramayana, Payakumbuh .

Kepala Bidang Ketertiban Umum Dan Ketentraman Masyarakat Satuan Polisi Pamong Paraja (Satpol PP) Kota Payakumbuh , B. Nasution menerangkan, keberadaan gepeng di dua titik tersebut sudah meresahkan warga yang melintas.

baca juga: Ada yang Protes Terkait Diperpanjangnya Masa Belajar Siswa di Rumah, Ini Jawaban Wako Payakumbuh

"Kita jaring tiga orang gepeng, waktu itu kita turun di siang hari," ujar B. Nasution, Rabu (15/5).

Dijelaskannya, satu dari tiga orang gepeng yang diamankan tersebut diketahui memiliki seorang istri yang selalu dibawa setiap kali mengamen.

baca juga: KPN Husada Syariah RSUD Adnaan WD Wakili Payakumbuh untuk Lomba Koperasi Tingkat Sumbar

"Untuk istrinya tidak kita amankan karena sedang hamil, selanjutnya mereka dibina di Polres, lepas itu mereka dikirim ke Dinas Sosial untuk diberikan pembinaan lebih lanjut," terang Nasution.

Nasution mengungkapkan dari hasil evaluasi awal pascapenertiban pertama, ternyata ada banyak gepeng yang melakukan kegiatannya di sore hari menjelang berbuka. Hal itu menjadi bahan tindak lanjut sebagai untuk melakukan penertiban ke depannya.

baca juga: Tersedia di MPP Payakumbuh, Layanan Perpanjangan SIM Diminati Warga

Sementara itu, Kabid PRJS Dinas Sosial Friza Susanti mengatakan, gepeng yang sudah diamankan tersebut bakal diminta menandatangani surat pernyataan agar tidak mengulangi perbuatannya.

"Jika mereka (gepeng) memiliki kemampuan berusaha namun kekurangan modal, melalui Perwako Nomor 109 Tahun 2018 tentang Bansos dan Hibah, mereka bisa diberikan bantuan modal usaha melalui Proposal ke Kabag Kesra," ujar Friza Susanti.

baca juga: Meriahkan HUT RI, Kesbangpol Payakumbuh Gelar Lomba Lagu Daerah Secara Virtual

Ditambahkan Friza, bagi gepeng yang belum memiliki kemampuan berusaha akan dikirim untuk mengikuti pelatihan keterampilan di Panti PSAABR Budi Utama Lubuk Alung, dengan syarat usia 16 sampai 21 tahun ke bawah.

"Untuk laki-laki, progrmanya adalah keterampilan teknik sepeda motor, komputer, las, dan lainnya. Sedangkan untuk perempuan akan dilatih di PSBR Harapan Padang Panjang dengan program keterampilan menjahit dan bordir," jelasnya. (*)

Penulis: Taufik Hidayat