Menderita Lumpuh Total, Pengurus Masjid di Pasbar Ini Butuh Uluran Tangan

Kakek Tohir kini berusia 80 tahun dan menderita lumpuh total
Kakek Tohir kini berusia 80 tahun dan menderita lumpuh total (KLIKPOSITIF/Irfan)

PASAMAN BARAT , KLIKPOSITIF -- Kakek Tohir kini telah berusia 80 tahun. Dia merupakan seorang marbut, atau pengurus Masjid Nurul Ikhlas yang berada di perumahan Kavlingan Empat, Kenagarian Lingkuang Aur, Kecamatan Pasaman.

Namun itu dahulu, sebelum sang marbut menghabiskan hari-harinya selama belasan tahun di atas tempat tidur. Kakek Tohir telah lama menderita lumpuh total dan tidak bisa bicara. Tohir merupakan warga pendatang yang merantau ke Pasaman Barat dan tidak memiliki sanak saudara satu pun di daerah itu.

baca juga: Naik Drastis, Hari Ini 17 Orang Warga Pasaman Barat Terpapar Positif Virus Corona

Dia dirawat belasan tahun oleh salah satu kepala keluarga yang tidak ada hubungan darah dengannya di Dusun I Bandarejo, Kecamatan Pasaman, Kabupaten Pasaman Barat .

"Sebelum lumpuh total awalnya dia diserang penyakit cikungunya dan sempat dirawat di rumah sakit," ucap Sugino kepada KLIKPOSITIF , di kediamannya.

baca juga: Wagub Sumbar Minta Diskominfo Sumbar Bangun Tower di Nagari Sikilang Pasbar

Sugino merupakan warga yang diminta pengurus masjid Nurul Ikhlas untuk merawat kakek Tohir. "Sudah sangat lama saya merawat beliau, ini tahun kesebelas saya merawat. Sejak sakit dan dirawat sebelas tahun lalu dia hanya seperti itu. Dia tak bisa ngomong dari awal," ucapnya.

Sugino mengatakan hingga saat ini tidak tahu dimana kampung Tohir. Kabar yang didapat, beliau ini merantau dari Jawa ke Pasaman Barat untuk bekerja di salah perkebunan di Kinali dahulu. Namun usai kontrak kerja habis, dia tidak kembali bersama rekan-rekannya ke Pulau Jawa.

baca juga: PKS dan PDIP Bergandengan di Pilkada Pasbar, Ini Alasannya

Berbagai upaya pengobatan telah dilakukan, namun tidak ada perubahan hingga saat ini. Apa lagi biaya untuk perawatan kakek Tohir beberapa bulan terakhir ini tidak ada bantuan lagi dari pengurus masjid.

"Biasanya kami diberikan 1juta buat biaya merawat kakek Tohir. Uang tersebut didapat pengurus masjid dari iuran masyarakat tiap bulan. Namun empat bulan terakhir ini tidak ada lagi. "Saya ini hanya seorang petani mas, berapalah penghasilan saya dengan umur telah 58 tahun," ungkapnya.

baca juga: Pandemi Corona Membuat PMI Pasbar Krisis Stok Darah

Sugino menjelaskan pernah pihak dari Dinas Sosial melihat Tohir. Mereka hanya mengantarkan matras dan beras. "Ya, sekedar itu saja, namun untuk solusi lainnya tidak ada, saya tidak tahu mau berbuat apa," katanya.

Dia menjelaskan Tohir harus rutin minum obat. Selain itu dia juga membutuhkan pamper untuk dewasa. Pemerintahan setempat sudah beberapa disurati untuk membantu biaya. Namun hingga kini tidak ada respon. Surat permohonan bantuan juga sudah dikirim ke kantor anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah, hasilnya pun sama.

Sugino dan keluarganya pun mengaku tidak tahu lagi mau berbuat apa dan mau mengadu kemana. Meski begitu, mereka akan terus merawat Tohir sesuai kemampuan mereka.

"Jika diantar ke panti jompo tidak memungkinkan, karena kondisi fisik yang sudah lumpuh total. Kami berharap ada yang membantu biaya bulanan rutin kakek tohir atau ada solusi lainnya," harap Sugino.

Irfan Pasaribu

Photo KLIKPOSITIF /Irfan Pasaribu

Penulis: Ramadhani