Tetangga Indonesia Ini Berpredikat Negara Bebas Sampah Plastik Pertama di Dunia

Ilustrasi
Ilustrasi (Pixabay)

KLIKPOSITIF -- Baru-baru ini, Timor Leste dikabarkan akan menjadi negara pertama di dunia yang mendaur ulang seluruh sampah plastik .

Bekerja sama dengan tim peneliti dari Australia, Timor Leste akan membangun fasilitas daur ulang revolusioner.

baca juga: Upaya Iran Tutupi Angka Kematian Kasus Corona Terungkap

Dilansir Suara.com jaringan KLIKPOSITIF .com dari laman Asia One, Sabtu (18/5/19), fasilitas daur ulang ini bernilai kurang lebih 40 juta dolar AS.

Fasilitas ini akan menjamin tidak ada plastik yang menjadi sampah di wilayah Timor Leste.

baca juga: WAGs Pemain Liga Inggris Ini Sebut-sebut Indonesia

Hebatnya lagi, plastik-plastik ini akan diubah menjadi produk baru dan dapat digunakan.

"Timor Leste sudah menanda tangani memorandum of understanding dengan Mura Technologi di Australia untuk mendirikan lembaga non-profit bernama Respect untuk mengelola fasilitas daur ulang pastik pada akhir 2020," sebut pernyataan pemerintah Timor Leste.

baca juga: Lari ke Amerika Serikat, Ilmuwan Hong Kong Ungkap Virus Corona Dibuat di Laboratorium China

Tentunya langkah besar Timor Leste ini langsung mengundang banyak pujian dari berbagai pihak.

"Ini negara kecil tempat di mana kita membuat penyataan pertama yang netral plastik. Seperti yang kita ketahui, plastik menjadi polusi terbesar kehidupan laut," jelas Thomas Maschmeyer, penemu teknologi daur ulang yang akan digunakan sebagai fasilitas baru tersebut.

baca juga: Usai Kena Denda, Facebook Blokir Akun Pendukung Presiden Brasil

''Plastik, jika tidak dikelola dengan baik akan menjadi sangat mengerikan. Tapi jika dikelola secara benar maka akan jadi hal besar,'' imbuh Maschmeyer.

Diketahui, China, Indonesia, Vietnam, serta Filipina menjadi negara penyumbang sampah plastik terbesar di Asia.

Timor Leste sendiri memiliki populasi 1,3 juta jiwa dan turut menghasilkan kurang lebih 70 ton sampah plastik per hari.

Namun, biasanya sampah -sampah ini akan dikumpulkan dari pantai menuju perkotaan kemudian dibakar di tempat terbuka oleh pemerintah.

Maschmeyer kembali menjelaskan bahwa, fasilitas terbaru ini akan dengan cepat mengubah sampah plastik menjadi cairan atau gas tanpa bahan bakar minyak yang tidak bisa dilakukan oleh teknologi daur ulang lain masa sekarang.

"Kami dapat mendaur ulang plastik-plastik itu dan menempatkannya kembali dalam siklus ekonomi," ungkap Maschmeyer menambahkan.

Nantinya, seluruh keuntungan dari proses daur ulang ini akan disumbangkan untuk mendukung proyek komunitas pengumpul sampah di Timor Leste.

"Kolaborasi ini sangat bagus. Bukan hanya mengurangi sampah plastik dan mengurangi dampak terhadap kehidupan laut kita, tapi Timor Leste bisa jadi contoh negara lain di dunia," tutup Demetrio do Amaral de Carvalho, Menteri Lingkungan Timor Leste. (*)

Penulis: Eko Fajri