Budidaya Udang Vaname di Sumbar Cukup Menjanjikan

Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Sumbar Yosmeri
Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Sumbar Yosmeri (KLIKPOSITIF/Joni Abdul Kasir )

PADANG, KLIKPOSITIF - Usaha budidaya udang vaname di Sumbar dinilai cukup menjanjikan, sebab selain masa panen 4-5 bulan, juga bisa memanfaatkan lahan yang belum tergarap dan harga pun menjanjikan.

Kini lima daerah di Sumbar, Kabupaten Pasaman Barat, Padang Pariaman, Agam, Pesisir Selatan, dan Kota Padang telah menjadi penghasil udang vaname. Lima daerah tersebut produksi udang vanamenya terbilang sangat bagus.

baca juga: Sosialisasi Perda Zonasi, DKP Sumbar: Pemanfaatan Laut Harus ada Izin

Untuk itu, Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi Sumbar mendorong mayarakat di daerah lain untuk melakukan budidaya tersebut.

Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi Sumatera Barat Yosmeri mengatakan sejauh ini daerah yang telah melakukan

baca juga: Dispensasi Berakhir, Kapal Bagan di Sepanjang Danau Singkarak Kembali Razia

"Kita tentu mendorong masyarakat untuk melakukan budidaya udang vaname ini," ujarnya, Selasa, 21 Mei 2019.

Namun dalam membuka lahan untuk budidaya udang vaname ini, DKP meminta kepada masyarakat ataupun investor yang mengembangkan budidaya udang tersebut, tetap memperhatikan lingkungan.

baca juga: Peluang Ikan Sidat Sumbar Ekspor ke Jepang

Hal ini dikarenakan, kawasan budidaya udang vaname ini harus berdekatan dengan pantai. Biasanya di kawasan pantai, banyak tumbuh bakau ataupun mangrove, sehingga sangat diharapkan tidak merusakan tanaman tersebut.

"Persoalan izin membuka tempat budidaya udang vaname bukan dari DKP tapi merupakan kewenangan Dinas Lingkungan di kabupaten dan kota, karena dalam membuka lahan budidaya udang vaname tidak masuk ke wilayah laut," ujarnya.

baca juga: Dambakan Sungai dan Laut Bersih, Ribuan Orang Akan Bersihkan Sungai Batang Arau Kota Padang

Dijelaskannya, udang vaname ini juga dikenal sebagai udang yang dapat dibudidayakan dengan tingkat ketahanan yang tinggi terhadap serangan hama penyakit. 

"Jadi udang vaname juga masuk kedalam daftar udang yang mempunyai tingkat pertumbuhan lumayan cepat, sehingga petani tambak juga kan lebih cepat mendapatkan hasil. Oleh karenanya semakin banyak orang yang mulai tertarik membudidayakan udang vaname ini," ungkapnya.

Yosmeri juga mengatakan petani udang vaname banyak mendapatkan bibit dari Jawa dan Medan, dan dari DKP sendiri tidak menyediakan bibit udang vanamenya. Selain bibit yang mudah didapatkan, di Sumatera Barat juga terbilang cukup banyak memiliki tenaga yang terampil dalam membuat dan melakukan budidaya udang vaname.

"Produksi udang vaname di Sumatera Barat ini banyak dipasarkan di Medan dan Jakarta. Terkait jumlah produksi sendiri, sejauh ini belum bisa saya sampaikan lagi jumlahnya, karena yang namanya budidaya terus mengalami perubahan masa panen dan masa mulai melakukan budidaya," jelasnya. (*)

Penulis: Joni Abdul Kasir