Pembabatan Hutan di Rao Selatan Pasaman, Wagub : Kita Akan Laporkan

Hutan di Kecamatan Tanjung Raya, Kabupaten Agam/Ilustrasi
Hutan di Kecamatan Tanjung Raya, Kabupaten Agam/Ilustrasi (KLIKPOSITIF/Joni Abdul Kasir )

PASAMAN, KLIKPOSITIF - Wakil Gubernur Sumatera Barat Nasrul Abit mengaku dapat pengaduan dari masyarakat Rao Selatan, Kabupaten Pasaman soal pembabatan hutan di daerah tersebut pada saat melaksanakan Safari Ramadan di Masjid Raya Ujung Gading, Jumat 24 Mei 2019.

Pembabatan hutan dilaporkan Syahrial pemuka masyarakat Nagari Lansek Kadok kecamatan Rao Selatan Pasaman.

baca juga: Penguatan Tata Kelola Perlindungan dan Pengamanan Hutan Berbasis "Guardian" di Sumbar

"Kami cemas pak Wagub suatu saat sawah dan kolam kami tidak dialiri air kerena bukit semakin gundul," ujarnya kepada Nasrul Abit saat itu.

Padahal sehari-hari mata pencairan Masyarakat Rao Selatan bergantung pada ketersediaan air. Menurutnya berkolam ikan dan ke sawah tentu butuh air yang cukup. Kalaulah hutan sudah gundul resapan air berkurang petani ikan akan merugi.

baca juga: Wagub Nasrul Abit Apresiasi PNM sebagai Penyelamat UMK Ditengah Pandemi COVID-19

Menangpi permasalahan tersebut Wakil Gubernur Nasrul Abit berjanji akan melaporkan kepada pihak yang berwajib dan meminta Dinas Kehutanan Sumbar menindaklanjuti laporan masyarakat tersebut.

“Kita akan laporkan kepada pihak yang berwajib bagi pembalak liar tersebut,” tegas Wagub.

baca juga: BKSDA Agam Pantau Harimau Sumatera yang Masuk Kampung dan Serang Ternak Warga

Dia menjelaskan hutan merupakan sumber kehidupan, kalau di babat tentu mengakibatkan erosi. Ditegaskannya lagi, pembalakan secara liar tidak bisa ditolerir, aparat akan segera bertindak tidak pandang bulu siapun orangnya.

Saat itu Ia juga berjanji akan mengunjungi daerah tertinggal di daerah ini, walaupun Pasaman telah keluar dari daerah tertinggal namun sebagian masyarakat masih ada yang miskin.

baca juga: Doni Monardo: Asap Akibat Karhutla Tingkatkan Resiko Terpapar Covid-19

"Nanti kita bersama Bupati mengunjungi masyarakat yang masih miskin kita data untuk dapat kita berdayakan, sehingga dapat memenuhi kehidupan mereka," tukasnya. (*)

Penulis: Joni Abdul Kasir