Mengenal Tradisi Kontes Bandeng Berusia Ratusan Tahun di Gresik

Tradisi kontes bandeng di kabupaten Gresik sudah di adakan sejak ratusan tahun lalu yang menjadi salah satu dari tradisi budaya masyarakat Gresik di bulan Ramadan
Tradisi kontes bandeng di kabupaten Gresik sudah di adakan sejak ratusan tahun lalu yang menjadi salah satu dari tradisi budaya masyarakat Gresik di bulan Ramadan (Suara.com)

KLIKPOSITIF - Tradisi kontes bandeng di kabupaten Gresik sudah di adakan sejak ratusan tahun lalu yang menjadi salah satu dari tradisi budaya masyarakat Gresik di bulan Ramadan menjelang hari raya Idul Fitri.

Puluhan ekor bandeng milik petambak seluruh kabupaten Gresik dengan berbagai ukuran dan berat diperlombakan untuk mencari bandeng yang paling berat untuk menjadi juara.

baca juga: Meski Ditengah Pendemi COVID-19, Tradisi Malamang Sambut Lebaran di Pessel Tetap Bertahan

Kemudian usai kontes, bandeng-bandeng tersebut akan di sumbangkan ke pengurus masjid Jami dan pondok pesantren yang ada di Gresik.

Kontes bandeng yang diadakan pada hari Jumat (31/5) malam itu, bandeng berbobot 7,8 kg milik Saifullah Mahdi petambak bandeng asal Dusun Sumbersuci, Pangkah wetan, kecamatan Ujung Pangkah, kabupaten Gresik dinobatkan menjadi juara kontes bandeng 2019.

baca juga: Tradisi Balimau Jelang Ramadan, Polda Sumbar: Tidak Boleh Ada Keramaian, Semua Ditindak Tegas

Bandeng milik Mahdi mengalahkan bandeng Rizal Kamal seberat 7,6 kg dan Muhammad Irfan yang memiliki bandeng seberat 5,3 kg yang sama-sama petambak asal kabupaten Gresik.

Usai kontes, Mahdi mengaku bangga bandeng miliknya dinobatkan menjadi juara, membutuhkan waktu sembilan tahun untuk memelihara bandeng di tambak untuk menjadi besar.

baca juga: Berdoa Terhindar dari COVID-19, Nagari di Pessel Ini Gelar Tahlilan Sepanjang Jalan

Selain itu, dibutuhkan perawatan yang ekstra untuk merawat bandeng ukuran jumbo, harus benar-benar dipantau pemeliharaannya mulai dari makanan hingga pemeliharaan air tambak.

"Sembilan tahun saya merawat bandeng ini. Butuh tenaga ekstra, perawatan yang terpantau mulai dari air tambak, makan hingga menjadi besar dan saya ikutkan dalam kontes bandeng tahun ini," kata Mahdi.

baca juga: Pertunjukan Seni Multikultural di Cap Go Meh 2020, Buktikan Sumbar Daerah yang Toleran

Di tempat yang sama, Bupati Gresik Sambari Halim Radianto mengatakan, kontes bandeng ini sebagai tradisi tahunan yang selalu dilaksanakan Pemkab Gresik. Warisan budaya yang selalu dilaksanakan setiap akhir Bulan Ramadhan.

"Ini adalah tradisi kita. Sejak saya belum lahir pun pasar bandeng ini sudah ada. Jadi sampai kapan pun tetap ada. Bahkan tiap tahun hadiahnya akan ditambah," ujarnya.

Seperti diketahui, untuk juara pertama kontes bandeng mendapatkan hadiah Rp 15 juta, kemudian juara dua berhak mendapatkan uang tunai Rp 10 juta dan juara ketiga berhak mendapatkan uang Rp 5 juta.

Penulis: Fitria Marlina