Bertemu Satwa Liar saat Mudik? Sebaiknya Jangan Diganggu

respons terbaik adalah tetap berada di jalur semula, sambil berusaha memperlambat laju kendaraan sesegera mungkin
respons terbaik adalah tetap berada di jalur semula, sambil berusaha memperlambat laju kendaraan sesegera mungkin (net)

KLIKPOSITIF - Salah satu hal menarik saat mudik bermobil adalah bisa singgah di mana saja sesuai selera. Ingin spot-spot menarik tinggal menepikan tunggangan, termasuk saat bersua dengan penghuni hutan. Dalam Mudik Lebaran 2019 atau Hari Raya Idul Fitri 1440 Hijriah, kesempatan untuk berjumpa sejumlah satwa ini juga bisa terjadi di beberapa kawasan.

Sebut saja di Sumatera misalnya. Berdasarkan pengalaman Suara.com, saat berperjalanan darat dari Banda Aceh menuju Calang, di malam hari dijumpai kerbau dan sapi tidur di tengah ruas jalan raya. Penuturan penduduk setempat, "Karena aspal hangat, sehingga mereka suka di situ."

baca juga: Mudiknya Sopir dan Kenek Pandawa 87, Menatap Ketan Lebaran Hanya Lewat Hp

Contoh lain, adalah kawanan monyet kelabu di lintasan Kelok 44 menuju Danau Maninjau di Sumatera Barat. Mereka terkadang duduk di sepanjang pagar pengaman tepi jalanan bak manusia tengah menonton berbagai kendaraan yang melintas.

Di Lombok, Nusa Tenggara Barat (NTB), di kawasan Baun Pusuk menuju lokasi penyeberangan ke Gili Air, Gili Meno, dan Gili Trawangan, juga terdapat monyet-monyet liar yang terbagi dalam beberapa kelompok.

baca juga: "Jangan Ngebut Ya, Nenek Moyang Kita Pelaut Bukan Pembalap"

Sementara di Sulawesi, rute menuju Cagar Alam Tangkoko Batuangus di Bitung, Sulawesi Utara, juga jalur mudik poros Tawaeli-Toboli di Kawasan Pegunungan Kebun Kopi, Parigi Moutong, Sulawesi Tengah juga bisa ditemui hidupan liar kawanan monyet. Berbulu hitam, spesiesnya adalah Macaca nigra di Sulawesi Utara, serta Macaca tonkeana di Sulawesi Tengah.

Bagaimana reaksi para mudikers saat melihat satwa-satwa hidupan liar ini? Mungkin saja sesuai kondisi zaman now, telepon cerdas akan keluar jendela lantas ada aktivitas memotret bahkan berhenti sejenak untuk swafoto atau selfie!

baca juga: Kapolri Bentuk Satgas Anti Begal Amankan Jalur Mudik di Lampung dan Sumsel

Akan tetapi ... tunggu terlebih dahulu. Satwa ini bukanlah penghuni Taman Safari. Sesuai namanya, hidup mereka liar, tanpa didampingi mahout atau pun pengawas khusus satwa. Maka sebaiknya jangan coba-coba mengusiknya, termasuk melemparinya dengan makanan.

Penjabarannya secara sederhana, satwa ini adalah hidupan liar, biasa mendapatkan pakan dari alam, dan langkah pemberian membuat mereka kelak mengalami ketergantungan pada manusia, serta mengkonsumsi makanan yang bukan asli dari habitat sendiri.

baca juga: Menkes: 1 Detik Tertidur di Tol Kecelakaan Akan Terjadi Luar Biasa

Menurut Defensive Driving, Amerika Serikat, respons terbaik adalah tetap berada di jalur semula, sambil berusaha memperlambat laju kendaraan sesegera mungkin. Jika tersedia ruang lega di jalan raya, pindahlah ke sisi kanan, atau tepi luar jalan. Sederhananya, bergerak sedikit ke arah datangnya si satwa sembari memperlambat tunggangan, sehingga menciptakan ruang dan waktu bagi satwa untuk berjalan ke seberang.

Bagaimana bila menyetir di kawasan "padat" satwa pada malam hari?

Kunci pertama adalah mengemudikan tunggangan di bawah kecepatan 90 km per jam bila memasuki kawasan dengan rambu khusus "hati-hati perlintasan satwa", serta terus awas dengan kondisi jalan raya. Bila di kejauhan tampak sinar-sinar kecil, bukan tidak mungkin berasal dari mata satwa. Pengecualiannya adalah rusa, dengan mata tidak memantulkan cahaya.

"Waspadai bila menyetir pada saat menjelang senja dan fajar, karena kawanan rusa akan aktif pada saat-saat seperti ini, sementara jarak pandang Anda tengah berada dalam kondisi terbatas. Bila pengemudi melakukan pengereman karena melihat mereka berada di tengah jalan, reaksi rusa adalah bergeming, tanpa rasa naluri untuk melompat menjauhi kendaraan," demikian ujaran Defensive Driving.

Bila tabrakan dengan satwa berpostur besar tak terhindarkan, lindungi kepala agar terhindar dari kaca depan. Biasanya reaksi satwa adalah menerjang bagian moncong kendaraan atau menghancurkan atap mobil.

Dan kalaupun satwa terluka serta masih dalam kondisi hidup di tengah jalan, berhati-hatilah karena ia berada dalam kondisi ketakutan dan kesakitan. Mungkin membahayakan manusia pula bila didekati. Sebaiknya segera lapor kepada polisi patroli terdekat.

Penulis: Fitria Marlina