Ada Lomba Beruk Panjat Kelapa pada Iven Festival Pesona Gandoriah 2019

Ilustrasi
Ilustrasi (Net)

PARIAMAN , KLIKPOSITIF -- Pemerintah Kota Pariaman melalui Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kota Pariaman kembali menggelar iven Festival Pesona Gandoriah 2019 yang kelima kalinya. Menariknya, pada iven kali ini, akan ada lomba beruk memanjat kelapa.

Iven pariwisata berskala nasional ini berlangsung selama lima hari dari tanggal 29 Juni sampai 3 Juli 2019.

baca juga: Diduga Cabuli Bayi, Perempuan Ini Diamankan Polisi

Plt Kadis Pariwisata dan Kebudayaan Kota Pariaman , Alfian, saat ditemui di ruang kerjanya, Jumat (14/6/2019) mangatakan bahwa Festival Pesona Gandoriah 2019 ini diselenggarakan dalam rangka media promosi pariwisata Kota Pariaman .

Selain itu, kata Alfian, iven tersebut juga telah masuk kedalam iven berskala nasional Kementerian Pariwisata RI.

baca juga: Tradisi Berburu Tikus di Pariaman, Satu Ekor Dihargai Rp2500

“Nantinya akan digelar delapan item lomba seperti festival kuliner sate pariaman , lomba selaju sampan, lomba randai, lomba foto objek wisata, lomba beruk memetik kelapa, lomba kreatifitas anak, gandoriah fiesta dan lomba lagu minang," kata Alfian.

Selain itu, katanya lagi, juga diadakan pameran, bazar dan juga akan ada hiburan kesenian tradisional dari komunitas dan sanggar seni, diacara puncak juga akan dimeriahkan oleh artis ibukota.

baca juga: Kasat Reskrim Pariaman Sebut Kasus Pencabulan Lebih Tinggi dari Curanmor

"Pada iven kali ini, yang terbaru adalah lomba beruk memetik kelapa, untuk menambah daya tarik wisata dan mengangkat ciri khas yang ada di pariaman ," sebutnya.

Menurut Alfian, lomba beruk memetik kelapa ini merupakan suatu wujud dalam rangka melestarikan warisan budaya yang ada di Pariaman , Sumatera Barat, Indonesia.

baca juga: Kasus Positif COVID-19 di Pariaman Bertambah Lagi

Alfian berharap semoga Festival Pesona Gandoriah 2019 kali ini ramai pengunjung, baik dari domestik maupun mancanegara. Kita selalu gencar mempromosikan kegiatan melalui media sosial agar iven ini dapat terekspose. (RHS)

Penulis: Eko Fajri