Beraksi di Rumah yang Ditinggal Mudik, Dua Pencuri Dibekuk Polisi

Ilustrasi
Ilustrasi (Net)

PADANG , KLIKPOSITIF  -- Komplotan maling yang beraksi di Komplek Nuansa Indah Kelurahan Aia Pacah Kecamatan Koto Tangah, Kota Padang -Sumbar dibekuk tim Satreskrim Polresta Padang pada Selasa 18 Juni 2019 sekitar pukul 23.00 WIB.

Pelaku yang diketahui bernama Rudi Efendi (35) dan A (17) dibekuk setelah ia beraksi membobol rumah yang ditinggal mudik oleh pemiliknya.

baca juga: Pengisian Premium dengan Tangki Modifikasi, Disperindag : Kami Minta Kerja Sama Pemilik SPBU

"Dua pelaku ini spesialis pencuri di rumah yang ditinggal mudik oleh pemiliknya," ujar Kasat Reskrim Polresta Padang , AKP Edriyan Wiguna, Rabu 19 Juni 2019.

Ia mengatakan, penangkapan tersebut berawal saat pihaknya mendapatkan laporan pencurian di daerah tersebut dan melakukan penyelidikan.

baca juga: Wawako Padang Sebut Sekolah Tatap Muka Belum Bisa Dilaksanakan Pekan Depan

"Kami mendapatkan laporan pencurian itu pada 7 Juni 2019 lalu dan langsung melakukan penyelidikan terkait pelaku pencurian dan kami menemukan dua orang ini," lanjutnya.

Setelah memperoleh dua nama tersebut, pihaknya langsung melakukan penangkapan terhadap dua pelaku.

baca juga: Tidak Lulus Seleksi Zonasi, Disdik Padang : Kan Masih Banyak Pilihan Lain

"Awalnya kami mengamankan tersangka atas nama Rudi di rumahnya di Komplek Nuansa Indah Kelurahan Aia Pacah, Kecamatan Koto Tangah, Kota Padang ," lanjutnya.

Setelah mengamankan tersangka atas nama Rudi, pihaknya langsung melakukan pengejaran terhadap tersangka A yang saat itu berada di sekitar lokasi.

baca juga: Kabur dari Penginapan Saat Razia, Pasangan Ini Ditemukan dalam Semak-semak

"Keduanya kami amankan tanpa perlawanan dan kami langsung menyita barang bukti yang diletakkan di rumah tersangka A," lanjutnya.

Pihaknya mengamankan barang bukti berupa dua unit televisi dan satu unit alat pemasak nasi atau magic com. Seluruh barang bukti tersebut langsung dibawa bersama kedua tersangka ke Mapolresta Padang .

"Kedua tersangka diancam dengan pasal 363 Kitab Undang-undang Hukum Pidana (KUHP) dengan ancaman hukuman maksimal tujuh tahun penjara," tutupnya.

[Halbert Caniago]

Penulis: Iwan R