KPU Hanya Hadirkan Satu Saksi Ahli di MK, Yusril Minta Waktu Lebih Panjang

(Suara.com)

KLIKPOSITIF -- Sidang keempat sengketa Pilpres 2019 di Gedung Mahkamah Konstitusi (MK) dimulai, Kamis (20/6/2019) pukul 13.00 WIB. Sidang lanjutan gugatan yang diajukan kubu Prabowo - Sandiaga ini dengan agenda mendengarkan keterangan saksi dari pihak KPU sebagai termohon.

Tim Hukum KPU memilih tidak menghadirkan saksi fakta dalam persidangan lanjutan Perselisihan Hasil Pemilihan Umum (PHPU). Namun KPU hanya menghadirkan satu saksi ahli.

baca juga: Dana PEN Rp699 Triliun, Dialokasikan ke 5 Bidang Ini

Saksi yang dihadirkan itu adalah ahli Ilmu Komputer dari Universitas Prasetia Mulya sekaligus komisioner Telkom, Marsudi Wahyu Kisworo. Selain Wahyu, dalam pengumuman nama saksi di MK, terdapat satu saksi lain bernama Riawan Tjandra.

Namun Riawan dalam keterangan di pengumuman tersebut tidak dihadiri dan hanya memberi keterangan tertulis.

baca juga: Gubernur Bank Indonesia: Hingga Saat Ini Pembayaran dengan Bitcoin Masih Terlarang

Sebelum Marsudi memberikan keterangam, Ketua Tim Kuasa Hukum Tim Hukum Jokowi - Ma'ruf, Yusril Ihza Mahendra meminta waktu memberikan kesaksian bagi Marsudi ditambah. Sebab, saksi yang dihadirkan oleh KPU hanya satu dan dianggap bisa sepadan dengan saksi ahli yang dihadirkan BPN.

"Karena saksi yang dihadirkan hanya satu, maka kami meminta untuk memberikan waktu lebih panjang. Saya kira akan saksi yang dihadirkan akan sepadan dari saksi yang hadir sebelumnya," ujar Yusril.

baca juga: Kemenpora Akan Mulai Vaksin Tahap Pertama bagi Atlet dan Pelatih

Mendengar hal tersebut, Hakim Konstitusi Suhartoyo menanggapi pernyataan Yusril. Ia menganggap waktu saksi memberikan keterangan nantinya relatif seperti saksi BPN sebelumnya.

"Saya kira memang saya beri waktu sepuluh menit, tapi realnya 20 menit," kata Suhartoyo. (*)

baca juga: Bukittinggi Mundur dari Tuan Rumah TdS 2021, Ini Penyebabnya

Penulis: Eko Fajri