Jalintim Ditutup, Hati-hati Pungli Modus Ini

Truk terakhir yang membuat jembatan di perbatasan Lampung-Sumsel berhasil di evakuasi
Truk terakhir yang membuat jembatan di perbatasan Lampung-Sumsel berhasil di evakuasi (Lampungpro)

KLIKPOSITIF -- Penutupan Jalan Lintas Timur (Jalintim) akibat rusaknya Jembatan Pematang Panggang di Lampung dimanfaatkan pelaku kejahatan beraksi. Seperti dilakukan dua warga, NA (28) dan SI (21) yang melakukan pungutan liar ke pengendara.

Kedua pelaku yang semuanya tinggal d Desa Sabuk Rejo, Kecamatan Lempuing, Ogan Komering Ilir (OKI), Sumatera Selatan, itu tertangkap tangan oleh polisi saat beraksi di Desa Suka Mukti Kecamatan Mesuji, OKI, Selasa (18/6/2019) sore.

baca juga: Erick Thohir Sebut Biaya Produksi 150 Ribu Dosis Vaksin Capai Rp1,3 Triliun

Kapolsek Mesuji AKP Darmanson mengungkapkan, dari pengakuan tersangka, mereka nekat beralih profesi dari petani menjadi gaet petunjuk jalan menuju tol Kayuagung-Lampung ketika terjadi kemacetan parah selama jembatan rusak.

Keduanya memintai uang kepada pengendara terutama mobil pribadi mulai Rp 100 ribu hingga Rp 250 ribu. "Ya, dua warga ini tertangkap tangan kemarin sore saat kami patroli. Mereka lakukan pungli kepada pengendara yang ingin menuju tol," ungkap Darmanson, Rabu (19/6/2019).

baca juga: Pengemudi Pajero yang Tabrakan di Eks Balai Kota Padang Oknum Perwira Polisi

Dalam penangkapan itu, kata dia, polisi mengamankan satu unit sepeda motor dan uang hasil pungli Rp 350 ribu. Mereka baru saja memintai korbannya dengan alasan uang jasa gaet. "Mereka ngaku baru ada dua korban dan tidak ada pemaksaan atau pengancaman," ujarnya.

Darmanson mengakui jarak tol Kayuagung-Lampung cukup jauh atau sekitar 25 kilometer dari Jalintim. Pengendara yang enggan memutar balik ke Indralaya, Ogan Ilir, untuk melewati Jalinteng terpaksa mengikuti tawaran pelaku. "Kedua pelaku menuntun sopir boncengan pakai motor, begitu tiba di tol mintai uang," pungkasnya. (*)

baca juga: Sekolah di Zona Kuning Diizinkan, KPAI Sebut Sangat Berbahaya

Sumber: Lampungpro

Penulis: Eko Fajri