Rumah Warga di Sungai Limau Padang Pariaman Terancam Abrasi

Rumah yang terancam akibat abrasi
Rumah yang terancam akibat abrasi (Istimewa)

PADANG PARIAMAN , KLIKPOSITIF -- Rumah warga di daerah Pasie Baru, Nagari Pilubang, Kecamatan Sungai Limau, Padang Pariaman - Sumbar terancam kena abrasi . Diantara banyak rumah itu, 16 rumah diantaranya juga terancam tersapu gelombang, karena sudah berada di bibir pantai.

Pantauan KLIKPOSITIF , tak hanya pemukiman warga yang terdampak abrasi tersebut, bangunan fasilitas umum juga terancam abrasi , seperti sekolah SMP Negeri 4.

baca juga: Ini Daerah-daerah di Padang Pariaman yang Miliki Potensi Bencana Alam

Menyikapi perihal itu, Kepala BPBD Padang Pariaman , Budi Mulya mengatakan, untuk mengatasi abrasi tersebut dibutuhkan dana Rp40 miliar.

"Sekarang dalam proses penganggaran yang kemungkinan menelan dana sebesar Rp40 miliar," kata Budi Mulya saat dihubungi, Kamis 20 Juni 2019.

baca juga: Tragis, Sopir Angkot di Pasar Lubuak Aluang Jadi Korban Penusukan

Lebih lanjut Budi Mulya mengatakan pihak Balai (BKSDA) Provinsi Sumbar sudah turun ke lapangan.

Sementara itu, Ali Murtin Mantan Korong di wilayah abrasi tersebut mengatakan, hari ini akan ada goro bersama dari warga untuk memarit abrasi yang brrsifat sementara.

baca juga: Polres Pariaman dan Padang Pariaman Tangkap Kelompok Pencuri Motor

"Iya, rencana hari ini kami akan goro memarit gerusan abrasi dengan karung berisi pasir sekitar 40 karung, " kata ketua KUD Mina Sinar Laut di lokasi Abrasi .

Lebih lanjut Ali mengatakan, sebelumnya sudah ada dari pihak pemerintah yang melakukan pemagaran dengan 40 ton karung berisi pasir.

baca juga: Pasien Positif COVID-19 Asal Payakumbuh Meninggal Dunia di RSUD Padang Pariaman

"Namun karung tersebut dibawa hanyut oleh ombak yang besar," katannya.

Dikatakannya juga, beberapa hari sebelumnya sudah ada beberapa rumah warga yang hancur bagian dapur karena abrasi . "Kami berharap pemerintah segera mengantisipasi terjadinya abrasi . Kami butuh alat berat untuk melakukan pemagaran biar lebih kuat dan efektif tidak seperti sebelum-sebelumnya," ungkap tokoh masyarakat tersebut. 

[Rehasa]

Penulis: Iwan R