Nasib Pedagang Pasar Alahan Panjang Pasca Kebakaran

Wagub Sumbar Nasrul Abit didampingi Wabup Solok Yulfadri Nurdin
Wagub Sumbar Nasrul Abit didampingi Wabup Solok Yulfadri Nurdin (KLIKPOSITIF/Joni Abdul Kasir )

ALAHAN PANJANG, KLIKPOSITIF - Pedagang Alahan Panjang, Kecamatan Lembah Gumanti, Kabupaten Solok tidak bisa berbuat banyak pasca kebakaran dini hari, Selasa (18/6) lalu. Pasalnya banyak barang mereka tidak bisa diselamatkan dari amukan si jago merah malam itu.

Nadirwal (37) salah seorang pedagang sepatu yang menjadi korban kepada KLIKPOSITIF menjelaskan, saat ini dirinya hanya bisa fana dan belum berfikir akan berbuat apa setelah barang dagangannya habis.

baca juga: Yayasan Al Aziz Bantu 3 Korban Kebakaran di Padang Pariaman

Makin membuatnya terpuruk, sepatu yang terbakar merupakan stok yang akan dijual untuk keperluan sekolah. "Sengaja saya stok banyak untuk dijual untuk keperluan sekolah, modal terporsir kesana. Saat ini belum tahu akan berbuat apa," katanya, Jumat, 21 Juni 2019.

Dia mengaku, kerugian berkisar Rp 100 juta dari musibah tersebut. Sementara M. Nasir pemilik kios mengaku juga mengalami kerugian untuk memperbaiki kios yang terbakar.

baca juga: Pagi Tadi, Dua Unit Rumah Terbakar di Balai Nan Duo

"Kami tentu sangat berharap sekali bantuan untuk memperbaiki kios pasca kebakaran ," ujarnya.

Mereka seperti mendapat angin segar dengan kedatangan Wakil Gubernur Sumbar Nasrul Abit yang langsung datang ke lokasi kebakaran didampingi Wakil Bupati Solok Yulfadri Nurdin. Nasrul Abit membawa bantuan Rp 70 juta untuk meringankan beban korban.

baca juga: Dua Rumah Terbakar di Tilatang Kamang Dini Hari Tadi

Wagub menyampaikan turut berduka atas musibah tersebut, dan mengimbau pedagang bangkit lagi sembari menunggu rehap bangun pasca terbakar.

"Kami dari provinsi ikut berduka atas musibah ini, dan membawa sedikit bantuan untuk korban," ujarnya dihapan korban dan disaksikan Wabup Solok.

baca juga: Ini Cara Hindari Korsleting Listrik di Rumah Anda

Sementara, Walinagari Alahan Panjang Zulkarnaini menyebutkan, kerugian dari 18 petak kios tersebut sekitar Rp 800 juta dengan 14 orang pemilik dan 18 pedagang.

"Alhamdulillah hari ini ada bantuan dari provinsi untuk perbaikan kios yang hangus," ujarnya. (*)

Penulis: Joni Abdul Kasir