Silek Art Festival 2019, Penguatan Menuju Warisan Dunia Takbenda

Penampilan silek di Ruang Rapat Kantor Gubernur Sumbar
Penampilan silek di Ruang Rapat Kantor Gubernur Sumbar (KLIKPOSITIF/Joni Abdul Kasir )

PADANG, KLIKPOSITIF -  Setelah sukses dengan gelaran yang pertama, Dinas Kebudayaan Sumbar kembali melaksanakan Silek Art Festival (SAF) 2019. Dalam kegiatan SAF tahun ini tidak hanya menampilkan berbagai atraksi aliran silek yang ada di Tanah Minang, namun juga rangkaian agenda kebudayaan lainnya yang terkait dengan silek. 

"Ini merupakan bentuk kepedulian kita kepada warisan budaya yang ada di Sumbar. Apalagi silek ini merupakan budaya yang lahir turun temurun sejak dahulu hingga saat ini. Untuk itu agar silek ini dapat dienal hingga pentas dunia, maka kegiatan SAF ini sangat penting," ujar Gubernur Sumbar, Irwan Prayitno saat konferensi pers di Istana Gubernur, Rabu (26/6).

baca juga: Filosofi Ayam dan Silek Minang

Dilanjutkan Irwan, dengan kegiatan ini diharapkan dapat menjaga tradisi silek yang ada di Sumbar. Selain itu, tujuan kegiatan ini untuk menjemput atau mengumpulkan aliran-aliran silek yang ada di Sumbar.

"Kita ingin nantinya dengan kegiatan SAF ini dapat menjadi sebuah pengetahuan bagi generasi muda untuk lebih menggenal silek yang merupakan warisan budaya. Sehingga, generasi muda ini dapat memahami pengetahuan tentang silek dan tentunya mempelajarinya," katanya.

baca juga: Bupati Limapuluh Kota Dianugerahkan Gelar Pandeka Maharajo Omeh

Sementara itu, Kepala Dinas Kebudayaan Sumbar, Gemala Ranti mengungkapkan, setelah tahun lalu SAF dengan tagline “Panjapuik Piutang Lamo”. Tahun ini silek art festival menggangkat tagline “Sapakaik Mangko Balega”.

"Kita lebih menfokuskan dalam membangkitkan semangat seni dan budaya silek dalam setiap pertunjukan, dan nantinya seluruh rangkaian akan di fokus dalam arsip dan dokumentasi," ujarnya.

baca juga: Silek Tradisi Kurang Diminati Generasi Muda, Pemko Payakumbuh Lakukan Hal Ini

Dikatakannya, program kali ini akan dihimpun kembali seluruh pengetahuan tentang silek, mengingat silek sebagai kekayaan budaya di Minangkabau telah berkembang ke daerah lain di Indonesia, negara-negara Melayu, juga ke sejumlah negara lain di dunia.

"Perkembangan tersebut merupakan sebuah gambaran bagaimana silek merupakan sebuah hasil kebudayaan dengan basis budaya Minangkabau memiliki nilai-nilai penting, yang dapat dipergunakan dalam menjalani kehidupan manusia," tuturnya.

baca juga: Pembukaan SAF 2019 Memukau, Gubernur Sumbar Bertahan Hingga Acara Usai

Selain itu, silek juga telah diusulkan dan sedang dalam proses penilaian untuk ditetapkan sebagai salah satu warisan dunia melalui UNESCO. "Kegiatan SAF 2019 ini juga salah satu dukungan untuk menguatkan pengajuan silek sebagai warisan dunia,” tukasnya.

Direktur Festival SAF 2019, Ediwar mengungkapkan, pelaksaaan SAF 2019 akan dilaksanakan dari tanggal 19 hingga 31 Agustus mendatang. Kegiatan akan meliputi pra-festival dan festival yang akan dilaksanakan di Kota Padang, Kota Solok, Kota Payokumbuh, Kabupaten Agam, dan Kabupaten Sijunjung. (*)

Penulis: Joni Abdul Kasir