Saat Anak-anak Sijunjung Jadi Raja dan Ratu di 'One Day for Children'

Bupati Sijunjung Yuswir Arifin Saat Bercengkrama Dengan Anak-anak di One Day for Children di Gedung Pertemuan Pancasila Muaro Sijunjung, Kamis 27 Juni 2019
Bupati Sijunjung Yuswir Arifin Saat Bercengkrama Dengan Anak-anak di One Day for Children di Gedung Pertemuan Pancasila Muaro Sijunjung, Kamis 27 Juni 2019 (Istimewa)

SIJUNJUNG , KLIKPOSITIF -- Peringati Hari Anak Nasional (HAN), Dinas Sosial Perlindungan Perempuan dan Perlindungan Anak (Dinsos PP-PA) Kabupaten Sijunjung menggelar kegiatan bertema Sehari Bersama Anak (One Day for Children).

Kepala Dinsos PP-PA Kabupaten Sijunjung Yofritas mengatakan, tema yang diusung tersebut, dimana anak-anak dijadikan bagai raja dan ratu yang memiliki kebebasan bermain dan bergembira dengan dunianya.

baca juga: Inilah Cerita CEO Randang Mak Yus, Wirausaha BI Terbaik 2020 Kategori Perkembangan Usaha Tersignifikan

Tujuannya, lanjut Yofritas, memberikan kesempatan bagi anak-anak untuk mengaktualisasikan potensi dan kreativitas secara mandiri.

"Masyarakat dan orang tua dapat menciptakan kesempatan yang luas bagi anak-anak dalam meningkatkan kapasitasnya untuk mencapai kualitas yang lebih baik sehingga dapat mewujudkan anak yang cerdas dan berkarakter," katanya di Gedung Pertemuan Pancasila Muaro Sijunjung , Kamis 27 Juni 2019.

baca juga: Resmi Jabat Bupati dan Wabup Pessel, Ini Profil Singkat Rusma Yul Anwar dan Rudi Hariansyah

Dalam kegiatan One Day for Children tersebut setiap anak dapat menampilkan kreativitasnya berupa tari-tarian, bercerita dan mendongeng, serta penampilan yang secara spontan.

Sementara itu, Kepala Bidang Rehabilitasi Sosial Dinsos PP-PA Kabupaten Sijunjung Hendri Nurka menambahkan, dalam kegiatan tersebut setiap anak diberikan bantuan berupa pakaian dan peralatan sekolah mulai dari tas, baju seragam, sepatu dan tak lupa buku tulis.

baca juga: Ditodong Pistol dan Ditampar, Sopir Truk Sawit Laporkan Ketua DPRD Pasbar

"Peserta dari One Day for Children merupakan perwakilan dari sekolah-sekolah di kecamatan Lubuk Tarok, Tanjung Gadang Sijunjung yang berasal dari keluarga kurang mampu. Jumlah mereka seluruhnya ada 280 anak," ujarnya.(*)

Penulis: Muhammad Haikal