Dispensasi Berakhir, Kapal Bagan di Sepanjang Danau Singkarak Kembali Razia

Danau Singkarak
Danau Singkarak (KLIKPOSITIF/Joni Abdul Kasir )

PADANG, KLIKPOSITIF - Kapal bagan di sepanjang Danau Singkarak akan kembali di razia setelah dispensasi yang diberikan pemerintah berakhir. Sebab sesuai perjanjian setelah dilakukan razia tahun 2018 lalu, Juni ini jatuh tempo batas waktu untuk diterbitkan lagi.

"Dulu kita razia, masyarakat lapor ke DPRD Sumbar sehingga diberikan dispensasi untuk bisa melaut sambil mereka menyiapkan diri pindah dari bagan ke alat tangkap lain yang lebih ramah. Kita juga terus berikan bantuan," ujar Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Sumbar, Yosmeri, Jumat (28/6) di Padang.

baca juga: Lanjutkan Konservasi Iklan Bilih di Kolam Pemijahan, Semen Padang Kembali MoU dengan LPPM UBH

Yosmeri menjelaskan, setelah dilakukan rapat pada tanggal 21 Juni lalu dengan unsur terkait, disepakatilah pada bulan depan akan dilakukan kembali razia bagan di sepanjang danau Singkarak.

“Kesepakatan kita saat rapat, tanggal 15-16 Juli akan dilakukan razia di wilayah Kabupaten Solok dahulu. Kemudian, tanggal 18-19 Juli pada wilayah Kabupaten Tanah Datar,” ulasnya.  

baca juga: 1000-an Induk Ikan Bilih Danau Singkarak Diintroduksi di Kolam Pemijahan Semen Padang

Razia dilakukan kerana keberadaan bagan berdampak kepada kepunahan terhadap ikan Bilih. Razia akan dilaksanakan Dinas Kelautan dan Perikanan Sumbar bersama Pemerintah Kabupaten Tanah Datar dan Solok serta stakeholder terkait.

Untuk razia kali ini ungkapnya, akan dibagi kedalam dua pola untuk tim yang akan melakukan razia, yakni wilayah laut dan darat. Pada tim yang akan menelusuri wilayah laut akan memeriksa bagan yang berada ditengah laut kemudian menariknya ke daratan. Kemudian, nanti tim yang ada di darat akan memintaa pemilik bagan untuk membongkar sendiri bagannya itu atau alat yang terpasang di bagan yang tidak ramah lingkungan dalam menangkap ikan tersebut.

baca juga: Semen Padang Bangun "Replika" Danau Singkarak di Taman Kehati untuk Lestarikan Ikan Bilih

“Untuk itu sebelum kita lakukan razia, kita akan berikan surat edaran dari gubernur kepada bupati, sehingga nanti pemerintah kabupaten akan mensosialisasikan hal ini kepada pemilik bagan agar membongkar sendiri bagan itu sebelum dilakukan razia nantinya. Jika nanti saat razia masih belum tuntas akan kita lakukan lagi bulan depan begitu seterusnya hingga persoalan bagan ini tuntas di danau singkarak ,” terangnya.

Dilanjutkan Yosmeri, sejak ada bagan yang menangkap ikan sepanjang danau singkarak , persentase ikan Bilih disana mengalami penurunan hingga 80 persen. Bahkan ketika dilakukan razia terdahulu untuk mencari ikan satu kilogram saja sangat sulit sebab volume ikan yang terus mengalami penurunan.

baca juga: Semen Padang Patenkan Tiga Inovasi, Salah Satunya Pemijahan dan Pembiakan Ikan Bilih

“Dampaknya, selain volume ikannya turun juga berimbas kepada masyarakat yang mengantungkan hidupnya dari pengolahan ikan Bilih ini,” pungkasnya. (*)

Penulis: Joni Abdul Kasir