PAN dan PKS Belum Bersikap, Apakah Gerindra Jadi Partai Oposisi Sendirian?

Partai Gerindra
Partai Gerindra (net)

KLIKPOSITIF -- Politikus Gerindra Raden Muhammad Syafi'i mengatakan partainya belum mengajak partai lainnya yang sempat tergabung dalam Koalisi Adil Makmur pendukung Prabowo-Sandiaga untuk menjadi partai oposisi. Terutama PAN dan PKS .

Menurut Syafi'i, hal itu karena kedua partai tersebut belum memastikan sikap politiknya, apakah bergabung koalisi pemerintahan atau menjadi partai oposisi sama halnya dengan Gerindra .

baca juga: Gerindra Minta KPU Tegas Menolak Pecandu Narkoba Maju Pilkada 2020

"Sebenarnya kan oposisi itu tidak mesti bergabung dengan partai -partai lain, gabungan oposisi itu kan kalau partai lain juga memposisikan dirinya sebagai partai oposisi," kata Syafi'i di kompleks Parlemen Senayan, Jakarta Pusat, Senin (1/7).

Jika PAN dan PKS pada kemudian hari memilih menjadi oposisi, maka kata Syafi'i, kemungkinan bergabung kembali dengan Gerindra tetap ada. Namun sebaliknya, jika kedua partai pendukung Prabowo-Sandiaga dalam Pilpres 2019 itu beralih mendukung Jokowi-Ma'ruf Amin, maka Gerindra memungkinan menjadi satu-satunya partai oposisi.

baca juga: PPP Klaim PKS Sudah Beri Rekomendasi ke Mahyeldi dan Audy, Mahyeldi: Secara Lisan Sudah Disampaikan

"Tapi pada prinsipnya kita beroposisi sendiri. Tapi kalau nanti kemudian ternyata PKS juga oposisi, berati kita punya positioning yang sama kalau kemudian PAN juga mungkin oposisi," ujar Syafi'i.

Sebelumnya, Raden Muhammad Syafi'i mengatakan bahwa Gerindra tetap akan menjadi partai opisisi. Ia berujar, dalam kepemerintahan partai oposisi harus tetap ada sebagai partai penyeimbang.

baca juga: Erman Safar Ingin Bentuk Koalisi Besar di Bukittinggi, Ini Kata Gerindra

"Menurut saya, demokrasi yang sehat itu harus ada check and balance, yaitu selain partai pendukung, harus ada partai oposisi dan saya meyakini Gerindra akan tetap pada posisi sebagai oposisi," kata Syafi'i.

Keinginan menjadi partai oposisi kembali dalam pemerintahan periode Jokowi juga telah disuarakan oleh kader Gerindra . Para kader, kata Syafi'i, menyatakan dan memilih agar partai tetap konsisten dalam menjadi oposisi seperti periode awal kepemimpinan Jokowi dengan Jusuf Kalla.

baca juga: PKS Usung Erman Safar-Marfendi di Pilwako Bukittinggi

"Ya, saya kira seperti itu. Bahwa kader partai Gerindra dan pemikir demokrasi pasti menginginkan Gerindra tetap pada oposisi," ujar Syafi'i. (*)

sumber: Suara.com

Penulis: Agusmanto