Diduga Menipu Mantan Kepala Dinas, Warga Kota Solok Dibekuk Polisi

Ilustrasi
Ilustrasi (KLIKPOSITIF/Haswandi)

SOLOK , KLIKPOSITIF -- Diduga melakukan tindak pidana penipuan terhadap salah seorang mantan kepala dinas, seorang warga Kota Solok berinisial A (42) ditahan pihak Polres Solok Kota, Selasa (2/7) kemarin.

Kasus dugaan penipuan itu dilakukan dengan modus pelaku telah membuat laporan ke KPK-RI terkait dugaan adanya korupsi dalam mega proyek Lapangan Merdeka Kota Solok .

baca juga: 10 Pasien COVID-19 Kota Solok Sembuh, 39 Masih Isolasi

Dari pemeriksaan petugas, pria yang disebut statusnya sudah tersangka tersebut mengaku mengajukan surat aduan sebanyak dua kali ke KPK-RI, Agustus 2018 dan Januari 2019.

Setelah itu, tersangka mengatakan kepada korban bahwa perkara dugaan korupsi pembangunan Lapangan Merdeka sedang ditangani KPK dan Mabes Polri. Tersangka menjanjikan dapat membantu mengurus agar penyidikan perkara tersebut dapat dihentikan dengan alasan tersangka banyak kenalan di Mabes Polri dan KPK.

baca juga: Relawan Audy Joinaldy Salurkan APD Untuk Kota Solok

Bahkan untuk meyakinkan korbannya, tersangka menunjukkan foto-fotonya bersama orang yang disebut-sebutnya sebagai penyidik KPK-RI. Tersangka kemudian meminta uang kepada korban sebanyak 13 kali, baik tunai maupun bertahap dengan nilai total 71,3 juta rupiah dalam rentang Mei 2018 sampai dengan Januari 2019.

Tersangka mengaku, uang tersebut akan diberikan kepada penyidik KPK dan Mabes Polri agar penyelidikan atau penyidikan kasus dugaan korupsi pembangunan Lapangan Merdeka Kota Solok dapat dihentikan.

baca juga: Bidik Bantuan Pusat, Wako Solok Tawarkan program SArS

Saat meminta uang kepada korban, tersangka memberikan alasan-alasan bahwa penyidik KPK akan turun ke lapangan, penyidiknya sudah berganti orang dan harus dikasih uang juga atau uang tambahan untuk mengurus perkara di KPK dan Mabes Polri.

Tipu muslihat tersangka terbongkar saat korban menerima panggilan saksi dari penyidik Polda Sumbar terkait penanganan dugaan korupsi pembangunan Lapangan Merdeka Kota Solok pada Februari 2019 lalu. Menyadari dirinya sudah menjadi korban penipuan , korban kemudian melaporkan perbuatan pelaku ke Polres Solok Kota pada tanggal 17 Juni 2019.

baca juga: Kota Solok Catat 6 Tambahan Baru, Total Sudah 49 Kasus COVID-19

Dari tangan tersangka, petugas mengamankan buku rekening dan ATM serta 2 unit HP milik tersangka, tanda bukti surat pengaduan ke KPK dengan tanda tangan tersangka sebagai pelapor. Dari korban, petugas juga mengamankan fotocopy rekening sebagai bukti transfer.

Kapolres Solok kota, AKBP Dony Setiawan membenarkan penahanan terhadap tersangka. Pihaknya masih mendalami terhadap kasus dugaan penipuan tersebut. "Ada indikasi masih ada korban lainnya, tapi belum melapor," ungkap Dony Setiawan.

[Syafriadi]

Penulis: Iwan R