Sutopo BNPB Dimakamkan di Kampung Halamannya

Sutopo Purwo Nugroho
Sutopo Purwo Nugroho (net)

KLIKPOSITIF -- Kepala Pusat Data Informasi dan Humas Badan Nasional Penanggulangan Bencana ( BNPBSutopo Purwo Nugroho  meninggal dunia di Guangzhou China pada Minggu (7/7/2019) pukul 01.00 WIB. Jenazah Sutopo masih dalam proses pemulangan ke Tanah Air.

Sejumlah persiapan pun dilakukan oleh keluarga Sutopo Purwo Nugroho . Baik di kediaman pribadinya di Perumahan Raffles Hills, Kelurahan Harhamukti, Kecamatan Cimanggis, Kota Depok, Jawa Barat, maupun di kampung halamannya di Desa Surodadi RT 07 RW 09, Kecamatan Siswodipuran, Boyolali, Jawa Tengah.

baca juga: DPR Minta Pemda Proaktif Bantu Warga Terdampak Erupsi Gunung Sinabung, BNPB Jangan Lupa Tupoksi

Di Boyolali, pihak keluarga bersama warga sekitar sudah melakukan sejumlah persiapan penyambutan jenazah sejak Minggu pagi. Seperti melakukan pembersihan lahan yang akan digunakan untuk para pelayat, menyiapkan bendera dan juga persiapan pemakaman lainnya.

Dari pantauan Suara.com (jaringan KLIKPOSITIF .com) dari kediaman orang tua almarhum Sutopo di Boyolali terlihat sejumlah pelayat dan juga para tetangga mulai berdatangan. Beberapa di antaranya bahkan sudah datang sejak pagi.

baca juga: BNPB Verifikasi Usulan Rehab Rekon Pembangunan Jembatan di Agam

Adik ipar almarhum, Ahmad Jatmiko (50) mengatakan, yang ada di rumah hanyalah dirinya. Sementara, kedua orang tua Sutopo yakni Suharsono (75), Sri Rusmandari (65) sudah bertolak ke Jakarta Minggu pagi tadi.

"Istri saya yang juga adik almarhum Rini Satiti Wulandari (45) juga ikut mendampingi kedua orang tuanya. Lalu istri Sutopo, Retno Utami Yulianingsih terus mendampingi almarhum sejak pengobatan di China," ujar Jatmiko kepada Suara.com.

baca juga: Gugus Tugas: Kesadaran Masyarakat soal Bahaya Virus Corona Menurun

Menurut Jatmiko, selain para tetangga, sejumlah pejabat di lingkup Pemkab Boyolali juga sudah melayat. Termasuk adalah dari BPBD Kabupaten Klaten.

"Kalau yang dari Jakarta saya belum tahu siapa yang datang. Kalau tadi baru dari pejabat lingkup Pemkab Boyolali," katanya.

baca juga: Gugus Tugas COVID-19: Jika Sekolah Zona Kuning Dibuka, Satu Kelas Hanya 25 Persen Murid

Penulis: Rezka Delpiera