Disdik Payakumbuh: Sekolah yang tak Menerapkan Zonasi Dalam PPDB Akan Disanksi

Kadisdik Kota Payakumbuh, Agustion (kanan).
Kadisdik Kota Payakumbuh, Agustion (kanan). (KLIKPOSITIF/Taufik Hidayat)

PAYAKUMBUH , KLIKPOSITIF -- Kepala Dinas Pendidikan (Disdik) Kota Payakumbuh , Agustion menyebut, pihaknya akan memberikan sanksi bagi sekolah-sekolah yang tidak menjalankan sistem zonasi dalam Penerimaan Peserta Didik Baru ( PPDB ).

"Untuk sekolah yang tetap menerima siswa di luar zonasinya, kami akan tarik kembali siswa tersebut ke zonanya," kata Agustion pada kegiatan Senin Cerdas yang rutin dilaksanakan Bagian Humas Pemko Payakumbuh di ruangan media centre, lantai satu kantor balaikota, Senin (8/7).

baca juga: Sekolah Tak Jadi Dibuka, Siswa SMA/SMK di Sumbar Belajar Virtual Mulai Senin Sore

Hal itu kata Agustion, sudah diberlakukan Disdik Kota Payakumbuh semenjak tahun lalu ketika zonasi pertama kali dipakai dalam PPDB di daerah tersebut.

"Tahun lalu ada sebanyak sembilan siswa yang kami tarik dan dikembalikan ke sekolah yang sesuai dengan zonasinya," jelasnya.

baca juga: Pemko Payakumbuh Gunakan Teknologi untuk Mengolah Limbah IPLT Jadi Pupuk Organik

Tidak hanya sanksi berupa penarikan kembali siswa ke zonasinya, kepala sekolah juga disebut Agustion bakal diberi sanksi sesuai dengan ketentuan yang berlaku.

"Akan ada sanksi administratif bagi untuk kepala sekolahnya. Ketaan kepala sekolah terhadap aturan yang akan jadi evaluasi kami," katanya.

baca juga: Ingin Bersepeda di Payakumbuh dan Lima Puluh Kota, Inilah Spot Menarik Yang Wajib Dikunjungi

Agustion menerangkan, dalam PPDB tahun ini, pihaknya sudah menerapkan sistem zonasi penuh sesuai dengan Permendikbud No 51 Tahun 2019 yang menjelaskan, penerimaan siswa zonasi adalah 80 persen dari total jumlah siswa, sedangkan 15 persen jalur prestasi, dan 5 persen mengikuti perpindahan orangtua.

"Pelaksanaan PPDB tahun lalu kita lakukan evaluasi terhadap zonanya. Dalam evaluasi tersebut kita melibatkan RT/RW, lurah, dan juga camat, sehingga zona anak tersebut bisa benar-benar tepat dengan lokasi tempat tinggalnya," jelasnya.

baca juga: Ombudsman Temukan Indikasi Pemalsuan SK Domisili, Disdik: Terbukti Kelulusan Dibatalkan

Menurutnya tidak ada kendala berarti yang terjadi di Payakumbuh dalam penerapan zonasi untuk PPDB tahun ini. Hal itu karena, semenjak beberapa tahun lalu, Disdik sudah terlebih dahulu melakukan zonasi terhadap tenaga pendidik.

"Jadi dua tahun sebelum zonasi dilaksanakan kami cukup banyak melakukan mutasi terhadap tenaga pendidik ke sekolah-sekolah pinggiran yang selama ini kurang diminati. Hal itu untuk meningkatkan kualitasnya. Selain itu, sarana dan prasarana juga terus kami lengkapi," pungkasnya. (*)

Penulis: Taufik Hidayat