Warga Sumbar Ingin Bekerja di Jepang?, Ini Tahapan Harus Dilalui

Tes fisik peserta magang ke Jepang
Tes fisik peserta magang ke Jepang (Istimewa )

PADANG, KLIKPOSITIF - Warga Sumbar yang ingin bekerja ke Jepang melalui perpanjangan tangan pemerintah (Pemagangan) harus melalui beberapa seleksi. Sedikitnya ada 7 tahapan yang harus dilewati dan mesti mengikuti pelatihan di Balai Latihan Kerja (BLK) setempat.

Diantaranya, pemeriksaan administrasi awal, tes matematika dasar, cek fisik, ketahanan fisik, wawancara, kesehatan dan bahasa Jepang.

baca juga: Legislator: COVID-19 Belum Tuntas, Tolak TKA Masuk Indonesia

Kepala Bidang Pelatihan dan Penempatan Tenaga Kerja Disnakertrans Sumbar , Wilson mengatakan, pemagangan kerja ke Jepang ini merupakan kerjasama antara Kementerian Tenaga Kerja dengan pemerintah Jepang.

"Tentunya mereka yang terpilih yang akan mengikuti program pemagangan ini mesti lalui berapa rangkaian tahapan tes, apalagi di Jepang untuk urusan kerja ini sangat disiplin," ujarnya Selasa (9/7) di Padang.

baca juga: Bangun Megaproyek Kilang Minyak, ESDM: Serap Ratusan Ribu Tenaga Kerja

Selain itu, Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Sumbar meminta peserta yang akan mendaftarkan diri dalam program magang ke Jepang untuk dapat mempersiapkan diri sebelum mengikuti seleksi.

Disnakertrans menargetkan sebanyak mungkin dari Sumbar untuk ikut pemagangan ke Jepang, namun tidak banyak yang dapat lulus seleksi.

baca juga: Kisah Perantau Minang Tak Bisa Pulang dari Malaysia

Untuk angkatan tahun 2018, kata Wilson, pada gelombang pertama, pihaknya mengirimkan 54 orang. Kemudian untuk gelombang kedua tengah mengikuti pelatihan pra pemberangkatan provinsi sebanyak 34 orang.

Lalu, 30 orang lagi akan masuk pelatihan pra pemberangkatan provinsi, jadi totalnya sisa ada 64 orang untuk berangkat ke Jepang.

baca juga: Anggota DPR Nilai RUU Omnibus Law Berpotensi Mengekang Kebebasan Pers

"Sedangkan untuk tahun 2019 masih sisa 43 orang. Dan, tengah menunggu tes kesehatan. Kita setahun buka dua kali seleksi untuk program pemangangan ke Jepang ini, " pungkasnya. (*) 

Penulis: Joni Abdul Kasir