Pemkab Agam Kembangkan Gurami Sebagai Sentra Unggulan

Kepala Dinas Perikanan dan Ketahanan Pangan Ermanto
Kepala Dinas Perikanan dan Ketahanan Pangan Ermanto (AMC)

AGAM , KLIKPOSITIF -- Tingginya permintaan pasar, Pemerintah Kabupaten Agam merencanakan mengembangkan ikan gurami sebagai sentra unggulan di daerah itu setelah ikan nila.

"Permintaan ikan gurami ini cukup tinggi terutama untuk rumah makan dan pasar tradisional. Atas dasar itulah kita mengembangkan ikan tersebut menjadi unggulan setelah ikan nila," kata Kepala Dinas Perikanan dan Ketahanan Pangan Kabupaten Agam , Ermanto.

baca juga: Tak Ada Lockdown di Guguak Tinggi Agam, Masyarakat: Situasi Aman Saja

Disamping itu, Ia menjelaskan, ikan gurami yang akan dikembangkan tersebut ialah jenis gurami endemik dari Sungai Batang Masang. Alasannya, karena ikan ini tahan terhadap penyakit dan pertumbuhannya lebih cepat dibanding gurami lain.

Selain itu, pemasaran ikan tersebut cukup bagus dengan harga sekitar Rp.40.000 sampai Rp.50.000 per kilogramnya.

baca juga: Terus Berlanjut, Agam Tambah 2 Kasus COVID-19 Hari Ini

"Rencananya akan dikembangkan di daerah potensi, seperti Kecamatan Lubuk Basung, Palembayan, Ampek Nagari dan Tanjung Mutiara. Karena daerah itu memiliki pasokan air yang cukup banyak dan juga cocok untuk pengembangan budidaya gurami masang," jelas Ermanto.

Saat ini ada sekitar 40 orang pembudidaya ikan gurami masang di Kabupaten Agam . Sementara itu, untuk pembibitan baru ada dua orang yang melakukan yaitu di Kampung Dagang, Bawan dan Mato Aia Nagari Lubuk Basung.

baca juga: Sejumlah Warga Tolak Aktivitas Pertambangan di Kamang Mudiak Agam

Dua pembibit tersebut kemungkinan tidak sanggup untuk mengisi kebutuhan pembudidaya. "Oleh sebab itu, kita akan menyediakan induk ikan bagi mereka," ujar Ermanto.

Terkait pasokan untuk ikan nila, diutarakan Ermanto, bahwa Kabupaten Agam masih merupakan daerah pemasok terbanyak untuk kabupaten dan Kota di Sumbar, Jambi dan Riau.

baca juga: Pedagang Positif COVID-19, Total Kasus di Agam Capai 40

Produksi ikan nila ini ada sekitar 50 ton setiap harinya dari 14.341 unit keramba jaring apung Danau Mandinjau, kolam air deras 260 petak dan kolam air tenang 2.900 hektar. (rel)

Penulis: Rezka Delpiera