Galian C di Payakumbuh Diduga Tanpa Izin

Kegiatan pertambangan galian C di Jalan Bypass, Kecamatan Payakumbuh Barat.
Kegiatan pertambangan galian C di Jalan Bypass, Kecamatan Payakumbuh Barat. (KLIKPOSITIF/Taufik Hidayat)

PAYAKUMBUH , KLIKPOSITIF -- Kegiatan tambang galian C yang belakangan ini kembali marak di sepanjang pinggiran Jalan Bypass, Kecamatan Payakumbuh Barat diduga tidak sesuai aturan. Selain diduga tak mengantongi Izin Usaha Pertambangan (IUP), lokasi tersebut juga merupakan kawasan hutan lindung yang seharusnya bebas dari berbagai kegiatan pertambangan.

"Di sepanjang Bypass memang ada hutan lindung dan jaraknya 20 Meter dari badan jalan," kata Kabid Penataan Ruang Dinas PUPR Kota Payakumbuh , Eka Diana Rilva, Selasa (9/7).

baca juga: Ada yang Protes Terkait Diperpanjangnya Masa Belajar Siswa di Rumah, Ini Jawaban Wako Payakumbuh

Karena wilayah hutan lindung tersebut berada 20 Meter dari badan jalan maka Kota Payakumbuh mengeluarkan Perda RT/RW No 1 Tahun 2012 yang mengatur terkait pemanfaatan lahan di pinggiran jalan Bypass itu, peruntukannya adalah untuk pergudangan, usaha dan jasa, lahan pertanian, dan perumahan. Perda itu kemudian direvisi dengan terbitnya Perda No 2 tahun 2018 yang di dalamnya juga memperbolehkan ada usaha pertokoan.

"Ya, memang di sana diperbolehkan membangun usaha sesuai dengan apa yang diatur dalam Perda. Tapi jangan sampai lebih dari 20 Meter dari badan jalan. Karena di sekitar sana ada 349 Hektar yang merupakan kawasan hutan lindung," ucap Eka.

baca juga: KPN Husada Syariah RSUD Adnaan WD Wakili Payakumbuh untuk Lomba Koperasi Tingkat Sumbar

Semenjak terbitnya Perda No 2 Tahun 2018, pihak PUPR sudah mengeluarkan Izin Mendirikan Bangunan (IMB) untuk lahan seluas 2000 m2.

"Tapi IMB tersebut untuk pertokoan, bukan pertambangan. Jika IMB ini digunakan untuk pertambangan, berarti yang bersangkutan telah salah menggunakan izin dari kami. Untuk mengetahui hal tersebut, perlu kami turun ke lapangan. Itu izin IMB, bukan Izin Usaha Pertambangan (IUP). Kalau IUP langsung ke provinsi," katanya.

Eka juga menyebutkan di Kota Payakumbuh ini tidak ada tempat untuk areal tambang. Ini sesuai dengan instruksi dari pemerintah pusat dan provinsi yang tidak memperbolehkan ada zona tambang di Payakumbuh .

baca juga: Tersedia di MPP Payakumbuh, Layanan Perpanjangan SIM Diminati Warga

"Sampai saat ini, kami belum ada mengeluarkan rekomendasi pengurusan izin tambang kepada siapapun untuk diteruskan ke Pemprov. Jika ada aktivitas penambangan, berarti di luar legalitas perizinan," kata Eka.

Berdasarkan pantauan KLIKPOSITIF di lapangan, Selasa (9/7) sore, beberapa mobil truk keluar masuk di beberapa titik dengan membawa hasil galian C. Untuk memasukkan muatan ke dalam truk tersebut beberapa diantaranya menggunakan alat berat, seperti ekskavator. (*)

baca juga: Meriahkan HUT RI, Kesbangpol Payakumbuh Gelar Lomba Lagu Daerah Secara Virtual

Penulis: Taufik Hidayat