Ombudsman Minta Disdik Padang Buka Pendaftaran Lagi

Plt Kepala Ombudsman Sumbar Adel Wahidi
Plt Kepala Ombudsman Sumbar Adel Wahidi (KLIKPOSITIF/Joni Abdul Kasir )

PADANG, KLIKPOSITIF - Ombudsman  perwakilan Sumatera Barat (Sumbar) menerima 32 pengaduan masyarakat terkait pelaksanaan PPDB  SMP 2019 di Kota Padang.

Pengaduan tersebut terkait masih adanya bangku kosong di sekolah-sekolah, namun tidak dibuka lagi pendaftaran bagi siswa-siswa yang belum diterima. 

baca juga: Ombudsman Sumbar Pertanyakan Siapa yang Akan Lindungi Pelapor Pelanggar Perda?

"Ada 32 pengaduan masyarakat soal PPDB SMP di Kota Padang. Mereka mempertanyakan soal masih adanya bangku kosong di sekolah, tapi pendaftaran tidak dibuka lagi," kata Plt Ketua Ombudsman Sumbar, Adel Wahidi, Rabu, 10 Juli 2019.

Adel menyebutkan, pihaknya menemukan tidak adanya transparansi soal bangku kosong yang belum terisi tersebut, sehingga orangtua peserta mempertanyakan hal itu. Namun, jawaban sekolah disuruh tanya ke Dinas Pendidikan. Tiba di Dinas Pendidikan, mereka disuruh tanya lagi ke sekolah.

baca juga: Ombudsman Usulkan Reward Untuk Masyarakat yang Taat Protokol Kesehatan

Karena tidak mendapatkan jawaban pasti, menurut Adel, orangtua peserta itu akhirnya melapor ke Ombudsman Sumbar. Dia menilai, pihaknya menyarankan agar Dinas Pendidikan membuka kembali pendaftaran untuk mengisi bangku-bangku kosong itu supaya tidak ada lagi dugaan negatif terkait bangku kosong itu. 

"Orangtua ada menyebutkan di SMP 40 ada 15 bangku kosong, kemudian di SMP 25 ada dua dan masih banyak lagi. Kami ingin transparansi dan menyarankan supaya dibuka lagi pendaftaran tahap III," kata Adel. 

baca juga: Amankan Massa Aksi, Ombudsman Nilai Polisi Krasak-krusuk

Adel menyebutkan, dari data yang dimilikinya, ada sekitar 14.000 tamatan SD yang mau masuk SMP. Sedangkan kuota SMP negeri hanya 8.000, sisanya hampir dipastikan masuk SMP swasta.

Ombudsman menyesalkan, jika bangku masih ada, sementara peserta harus masuk swasta. Kemudian bangku kosong dibiarkan atau diisi secara ilegal dan tak transparan. 

baca juga: Kasus COVID-19 Terus Naik, Ombudsman Nilai Pemerintah Lebih Prioritaskan Ekonomi

"Bangku ada, tapi anak - anak kita masuk swasta. Jangan biarkan bangku kosong," tukasnya.

Untuk diketahui, berdasarkan website psb.diknaskotapadang.id, terdapat 12 sekolah yang belum memenuhi kuota. Terdiri dari SMP Negeri 10 Padang kurang 21 murid, SMP Negeri 19 Padang kurang 73 murid, SMP Negeri 22 Padang kurang 7 murid, SMP Negeri 23 Padang kurang 96 murid, dan SMP Negeri 27 Padang kurang 9 murid.

Sementara, SMP Negeri 28 Padang kurang 1 murid, SMP Negeri 32 Padang kurang 46 murid, SMP Negeri 36 Padang kurang 86 murid, SMP Negeri 37 Padang kurang 21 murid, SMP Negeri 38 Padang kurang 15 murid, SMP Negeri 40 Padang kurang 17 murid, dan SMP Negeri 43 Padang kurang 11 murid. Artinya, masih ada 403 lagi bangku kosong tingkat SMP Negeri di Padang. (*)

Penulis: Joni Abdul Kasir