DPRD Desak Pemko Payakumbuh untuk Tertibkan Galian C tak Berizin di Bypass

Ketua DPRD Kota Payakumbuh, Yendri Bodra Dt Parmato Alam.
Ketua DPRD Kota Payakumbuh, Yendri Bodra Dt Parmato Alam. (KLIKPOSITIF/Taufik Hidayat)

KLIKPOSITIF , PAYAKUMBUH -- Ketua DPRD Kota Payakumbuh , Yendri Bodra Datuak Parmato Alam mendesak Pemerintah Kota (Pemko) untuk mengambil tindakan tegas dengan melakukan penertiban terhadap tambang galian C tak berizin di sepanjang pinggiran Jalan Bypass, Kecamatan Payakumbuh Barat.

"Kalau memang tidak memiliki Izin Usaha Pertambangan (IUP), Pemko harus segera melakukan penertiban terhadap usaha tambang tersebut," kata Dt Parmato Alam ketika ditemui di ruangannya, Kamis (11/7).

baca juga: Tim Basket Kota Payakumbuh Tersingkir Dari Perbasi Cup II di Padang

Menurut politisi Golkar tersebut, usaha pertambangan yang tak mengantongi izin bisa saja menimbulkan berbagai efek negatif ke depan, diantaranya kerusakan lingkungan yang bisa saja mengakibatkan musibah yang akan merugikan masyarakat.

"Jangan sampai kepentingan sekelompok orang menimbulkan kerugian bagi masyarakat umum. Karena itu, sekali lagi minta Pemko Payakumbuh untuk segera menertibkan galian C yang tak berizin itu," tegasnya.

baca juga: Kejari Payakumbuh Tak Tutup Kemungkinan Adanya Tersangka Baru Terkait Dugaan Korupsi Penyimpangan Dana COVID-19

Seperti diketahui, kegiatan tambang galian C di sepanjang Jalan Baypass belakangan ini kembali marak. Berdasarkan data Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Payakumbuh di lokasi tersebut ada empat pengusaha pemilik lahan dan sampai sejauh ini belum satupun yang mengantongi IUP dari provinsi.

"Diantara keempat pemilik lahan tersebut, baru satu yang tengah mengajukan IUP ke provinsi dan sampai sekarang izinnya belum keluar. Sedangkan tiga lainnya tidak punya izin sama sekali," jelas Kepala DLH Kota Payakumbuh , Dafrul Pasi, Rabu (10/7).

baca juga: Kuasa Hukum Ungkap Alasan Kadinkes Payakumbuh Ajukan Surat Penangguhan Penahanan

Pihak DLH sendiri kata Dafrul Pasi sudah sempat memberikan teguran terhadap pengusaha tambang tersebut. Dan apabila peringatan yang sudah diberikan tetap tak diindahkan, pihaknya bersama Satuan Polisi Pamong Paraja (Satpol PP) akan segera melakukan penertiban dalam waktu dekat ini.

"Koordinasi dengan Satpol PP terus kami lakukan. Jika surat tetap tak diindahkan tentu kami akan mengambil tindakan tegas berupa penertiban," pungkasnya. (*)

baca juga: Grebek Jemaah Subuh di Masjid, Aksi Safari Subuh ACT Payakumbuh Berikan Keberkahan Santapan Pagi Gratis

Penulis: Taufik Hidayat