Indonesia dan Panama Papers

Sekitar 3000 orang dan perusahaan Indonesia dikabarkan masuk dalam Panama Papers
Sekitar 3000 orang dan perusahaan Indonesia dikabarkan masuk dalam Panama Papers (http://www.indonesia-investments.com/)

KLIKPOSITIF - Sekitar 3000 orang dan perusahaan Indonesia dikabarkan masuk dalam Panama Papers .

Kebocoran dokumen itu melibatkan sekitar 11,5 juta dokumen rahasia dari database firma hukum offshore keempat terbesar di dunia, Mossack Fonseca . Dokumen-dokumen ini menunjukkan bagaimana tokoh-tokoh politik, selebriti, bintang olahraga dan pengusaha mengeksploitasi rezim pajak offshore rahasia.

baca juga: 9 Mei, ICIJ Akan Rilis Semua Dokumen Panama Papers

Perdana Menteri Islandia Sigmundur David Gunnlaugsson menjadi korban pertama akibat kebocoran itu. Ia mengundurkan diir pada hari Selasa waktu setempat. Bagaimana dengan Indonesia dan Panama Papers ?

Dilansir dari indonesia-investments.com, Panama Papers telah membocorkan data terbesar dalam sejarah. Dokumen itu diperoleh dari sumber yang tidak mau disebutkan namanya oleh koran Jerman Süddeutsche Zeitung.

baca juga: Keterlibatan Presiden Rusia dan Panama Papers

Koran ini kemudian berbagi dokumen dengan International Consortium of Investigative Journalist (ICIJ), yang kemudian melaporkan firma hukum yang bebasis di Panama, Mossack Fanseca dalam mendirikan perusahaan rahasia dan rekening di luar negeri untuk nama-nama besar.

Beberapa pihak mengatakan, hal itu membutuhkan waktu yang lama untuk menyelidikinya karena banyak nama-nama besar dan pemain-pemain terkenal.

baca juga: Presiden FIFA Tegaskan Tidak Terlibat dalam Panama Papers

Beberapa orang dan perusahaan Indonesia yang termasuk dalam bocoran Panama Papers yakni, Erick Thohir; pengusaha dan presiden dan pemegang saham mayoritas klub sepakbola Italia Internazionale serta pemilik mayoritas klub sepakbola Amerika DC United).

Rosan Roslani; pengusaha dan Ketua Indonesia Kamar Dagang dan Industri, Erwin Aksa; pengusaha, Direktur Jenderal Bosowa Corporation dan keponakan Wakil Presiden Indonesia Jusuf Kalla, Hilmi Panigoro; Presiden Direktur Medco Energi Internasional, Muhammad Riza Chalid; pengusaha di sektor minyak dan gas, Djoko Soegiarto; buronan dalam skandal korupsi Bank Bali.

baca juga: Dua Wartawan Pengungkap Panama Papers Mengaku Terkejut dengan Reaksi Dunia

Budiono Darsono; wartawan senior dan pemilik portal berita detik.com, Gita Wirjawan; pengusaha, bankir investasi, mantan Menteri Perdagangan Indonesia, mantan Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal, dan pendiri Grup Ancora, Anthoni Salim; salah satu di Indonesia pengusaha terkaya dan Presiden Grup Salim.

James Riady; Wakil Ketua Kelompok Lippo, Pieter Tanuri; pemilik Multistrada Arah Sarana, Sandiago Uno; pengusaha, bakal calon gubernur Jakarta tahun 2017 dan anggota partai Gerindra, Garibaldi Thohir; Presiden Direktur Adaro Energy, Chairul Tanjung; pemilik CT Corp dan mantan Menteri Ekonomi.

Meskipun orang-orang itu namanya tersebut dalam Panama Papers sehubungan dengan pembentukan perusahaan offshore (dengan tujuan khusus) pada negara yang menjadi surga tanpa pajak itu. Menteri Keuangan Indonesia Bambang Brodjonegoro menyatakan bahwa pemerintah Indonesia akan mempelajari dokumen dan memeriksa apakah data itu sesuai dengan data yang tersimpan pada Kantor Pajak Negara.

[Khadijah]

Penulis: Fitria Marlina