Kunker Pansus DPRD Pasaman ke Kabupaten Garut Bahas Tentang Jasa Umum

Anggota DPRD Pasaman saat mengadakan dialog
Anggota DPRD Pasaman saat mengadakan dialog (Ist)

PASAMAN , KLIKPOSITIF - Pansus DPRD Kabupaten Pasaman melakukan Kunjungan Kerja (Kunker) ke Kabupaten Garut terkait dengan Ranperda Perubahan Atas Perda No. 3 Tahun 2018 tentang Jasa Umum, Kamis, 11 Juli 2019.

Kunker Pansus DPRD Pasaman yang terdiri dari 16 anggota dan 4 orang pemdamping diterima oleh Kepala Badan Pendapatan Daerah Kabupaten Garut U Basuki Eko di ruang rapat Bapenda Kabupaten Garut.

baca juga: Ketua Gerindra Pasaman Sebut Masyarakat Pasaman Dukung Nasrul Abit di Pilgub Sumbar

Basuki mengucapkan selamat datang dan terimakasih kepada rombongan DPRD Kabupaten Pasaman yang telah berkunjung ke Bapenda Kabupaten Garut dalam rangka Kunker Pansus Ranperda Jasa Umum.

Dalam kesempatan itu Basuki mengatakan sejumlah aset pemerintah daerah perlu diawasi secara sistematis guna mengawal pendapatan retribusi daerah dan meminimalkan kebocoran. Penyebab kebocoran Pendapatan Asli Daerah (PAD) bisa diduga terjadi pada sistem pola pengawasan yang cenderung lemah.

baca juga: Pembentukan dan Pengelolaan Desa Wisata di Pasaman Sebagai Pengembangan Ekonomi Kerakyatan

Ia juga mengatakan untuk saat ini Pemerintah Daerah Kabupaten Garut masih membebankan biaya pelayanan kepada masyarakat karena belum terakomodir oleh APBD Kabupaten Garut.

Sementara itu Irwan Arifin sebagai pimpinan rombongan Kunker Pansus berharap pola pengawasan terhadap intensitas tagihan pembayaran juga pengawasan dapat lebih ditingkatkan kembali.

baca juga: Segmen Sianok Cukup Aktif, BMKG Ingatkan Potensi Gempa Kuat di Sumbar

"Mengingat pengembalian ke kas daerah sangat minim sekali. Berbanding terbalik dengan pengeluaran pemerintah terhadap sejumlah aset daerah dengan anggaran hingga miliaran rupiah", kata Iwan.

Lebih lanjut, politikus Partai Demokrat ini memberikan contoh terhadap sejumlah aset daerah dengan pendapatan kurang maksimal. Seperti Hotel Gunung Pasaman , Bus Pemda dan lain-lain sebagainya. Dimana pendapatan retribusi untuk aset daerah tersebut sangat minim dibandingkan dengan Kabupaten Garut tempat berkunjung ini.

baca juga: Selundupkan Puluhan Paket Ganja Kering, Warga Sumatera Selatan Diringkus Polisi di Pasaman

Semestinya pendapatan retribusi dari aset daerah tersebut bisa menghasilkan pendapatan yang lebih besar lagi pungkasnya.

Dalam waktu bersamaan Sekretaris DPRD Pasaman , Mukhrizal yang ikut mendampingi Pansus menjelaskan kunjungan kerja ini adalah dalam rangka memperkaya referensi terkait Ranperda Perubahan Atas Perda No. 3 Tahun 2018 tentang Jasa Umum.

[Man St Pambangun]

Penulis: Khadijah