Hadiri Sosialisasi Perda, Warga Payakumbuh 'Ngadu' ke Satpol PP

Sosialisasi Perda oleh Satpol PP Kota Payakumbuh.
Sosialisasi Perda oleh Satpol PP Kota Payakumbuh. (KLIKPOSITIF/Taufik Hidayat)

PAYAKUMBUH , KLIKPOSITIF -- Warga Kota Payakumbuh memanfaatkan kegiatan sosialisasi Peraturan Daerah ( Perda ) terkait ketertiban umum dan penyakit masyarakat yang dilaksanakan Satuan Polisi Pamong Paraja (Satpol PP) untuk menyampaikan permasalahan yang terjadi di wilayahnya masing-masing.

Sosialisasi Perda oleh Satpol PP Kota Payakumbuh yang berlangsung di Aula eks Balaikota, Bukik Sibaluik pada 16-18 Juli terebut memang ikut menghadirkan tokoh masyarkat, lurah, LPM, Babinsa, dan Babinkamtibmas se- Kota Payakumbuh .

baca juga: Terungkap, Ini Motif Pelaku Pembunuh Nenek di Payakumbuh

Diantara yang mengadukan permasalahan sehari-hari di wilayahnya adalah Ketua RW Kelurahan Koto Tangah, Wan Japang yang mengeluhkan keberadaan pedagang kaki lima (PKL) di bawah terowongan di Pasar Ibuh Barat. Menurutnya selain mempersempit ruang bagi akses keluar masuk jalan kendaraan, keberadaan PKL juga mengganggu proses distribusi barang-barang di pasar juga menjadi terganggu.

"Sering terjadi kemacetan dan bisa menimbulkan pertengkaran karena akses yang sempit. Kita semua tahu pasar itu pasti ramai, kalau sudah macet orang akan emosian, kami minta kepada dinas Pasar melalui trantibnya untuk segera melakukan penertiban terhadap hal ini," katanya.

baca juga: Dicokok Polisi, Tersangka Pembunuh Nenek di Payakumbuh Ternyata Orang Dekat Korban

Ketua LPM Kelurahan Tanjung Pauah menyampaikan agar Satpol PP memberikan tindakan tegas dan efek jera kepada pelaku penghisap lem, mengingat di Kelurahan Tanjung Pauh ada taman normalisasi Batang Agam yang sedang dibangun, pihaknya meminta agar pengawasan yang dilaksanakan oleh Satpol PP diperketat.

Ketua Palanta Kamtibmas Kelurahan Parit Rantang, Feri Pono menyampaikan usulan agar mengaktifkan kembali RAPI (Radio Antar Penduduk Indonesia) untuk mempermudah berkomunikasi disaat-saat yang mendesak.

baca juga: Nenek di Payakumbuh Ditemukan Meninggal Dunia di Dalam Warungnya, Polisi: Ada Luka Tusuk di Tubuh Korban

"Kita himbau seluruh anggota RAPI untuk aktif kembali dalam rangka berkoordinasi menjaga kenyamanan dan keamanan di Lingkungan Kota Payakumbuh , kita akan siap bersinergi dengan Pemerintah," ujarnya.

Menanggapi berbagai masukan tersebut, Kasatpol PP Devitra menyebut, untuk keberadaan PKL di wilayah pasar memang sudah menjadi tanggung jawab petugas trantib di bawah naungan Dinas Koperasi dan UKM, namun bagi PKL yang ada di sepanjang jalan protokol apabila menggunakan trotoar sebagai tempat menggelar dagangan sudah pasti akan ditindak oleh Satpol PP sesuai dengan Perda yang berlaku.

baca juga: BNNK Payakumbuh Lakukan Tes Urine di Kantor Imigrasi Kelas II Non TPI Agam

"Seluruh masukan akan kita jadikan acuan dalam penyempurnaan Ranperda, dan setiap laporan terkait pelanggaran Perda kita akan proses dan kita tindaklanjuti. Bisa jadi kita langsung turun ke lapangan bila perlu," jelasnya. (*)

Ditambahkan oleh Devitra, ada satu masukan yang menarik, yaitu tentang jam buka warung minum, dimana ada yang buka hingga dini hari, peserta sosialisasi menyebut warung-warung minum seperti itu bisa menjadi ajang perjudian dalam permainan-permainan yang digelar disana seperti domino dan koa, akhirnya jatuh pada tindak pidana. Perlu ada perda yang mengatur jam tutup warung minum.

"Kita tampung masukan ini dan akan kita bawa saat rapat pembahasan Ranperda nanti," kata Devitra.

Penulis: Taufik Hidayat