Anak Petani Itu Lulusan Terbaik Politeknik Pelayaran Sumbar

Dede Harsan Efendi (kanan)
Dede Harsan Efendi (kanan) (KLIKPOSITIF)

PADANG, KLIKPOSITIF Dede Harsan Efendi (26 tahun) dinobatkan sebagai salah seorang dari lima wisudawan terbaik Politeknik Pelayaran Sumatera Barat dalam acara wisuda perdana di Lapangan Kompas Poltekpel, Rabu, 17 Juli 2019. Total wisudawan sebanyak 186 orang.

Dede bersama lima temannya berdiri paling depan dan dikalungi penghargaan oleh Direktur Poltekpel Sumbar , Rivolindo, SH, MM. “Saya bahagia sekali dinobatkan sebagai wisudawan terbaik,” ujarnya.

baca juga: Poltekpel Run 2019 Bertabur Hadiah

Dede belum mengetahui berapa nilainya. Namun, sebutnya, di Poltekpel,  lulusan terbaik tidak hanya dilihat dari nilai tapi juga sikap dan kepemimpinan. Poin kedua dan ketiga dinilai karena setelah bekerja nantinya di kapal, hal tersebut sangat diperlukan.

Di Poltekpel, Dede mengambil  jurusan Teknika. Jurusan ini berhubungan dengan mesin-mesin. Ia masuk pada tahun 2016 sebagai mahasiswa Teknika Angkatan 1. Pilihannya mengambil studi lanjutan karena sebelumnya telah pernah bekerja di kapal.

baca juga: Poltekpel Sumbar Adakan Donor Darah & Bazar Murah Peringati Harhubnas

BACA JUGA:  Poltekpel Sumbar Wisuda Perdana, Dirut: Belum Terima Ijazah Sudah Diterima Kerja di Singapura

Ia sebenarnya menamatkan pendidikan sekolah atas pada 2012. Kemudian melanjutkan sekolah pelayaran. Setelah tamat, ia bekerja di kapal milik Pertamina. Hingga pada 2016, ia memutuskan melanjutkan studi.

baca juga: New Village Juara Liga Futsal Piala Bergilir Direktur Poltekpel Sumbar

Tujuannya melanjutkan studi, sebut pria asal Lampung ini, agar karir di kapal dapat meningkat lagi. “Sebelumnya (di kapal Pertamina), saya sebagai Anak Buah Kapal (ABK). Dengan lulus kuliah, status saya naik menjadi perwira,” ujarnya.

Dede sebenarnya tak memiliki “darah” bekerja di kapal. Orang tuanya adalah petani kopi di Lampung. Kakak perempuannya juga tidak bekerja di kapal. Hanya ia seorang yang bekerja di kapal. “Saya merasa bekerja di kapal itu gagah sekali,” ujarnya mengenang niat mulanya memutuskan hidup bekerja di kapal.

baca juga: Piala Futsal Bergilir Direktur Poltekpel Sumbar Masuki Babak Semifinal

Kini, ia pantas bangga. Setelah tamat kuliah, ia punya dua pilihan, bekerja di Singapura (kerjasama Poltekpel dengan Atase Indonesia di Singapura) atau kembali bekerja di kapal milik Pertamina. “Saya sedang memikirkan di antara dua pilihan tersebut,” ujarnya. (*)

Penulis: Pundi F Akbar