Siswa Baru SMAN 10 Sijunjung Diberikan Materi Bahaya Narkoba

Kasatreskoba Polres Sijunjung AKP Syamsurijal Saat Memberikan Materi Bahaya Narkoba di SMAN 10 Sijunjung, Jumat 19 Juli 2019
Kasatreskoba Polres Sijunjung AKP Syamsurijal Saat Memberikan Materi Bahaya Narkoba di SMAN 10 Sijunjung, Jumat 19 Juli 2019 (Muhammad Haikal/Klikpositif)

SIJUNJUNG , KLIKPOSITIF -- Menyadari akan bahaya narkoba di kalangan generasi muda, Sekolah Menengah Atas (SMA) Negeri 10 Sijunjung memberikan materi pencegahan, pemberantasan, penyalahgunaan, peredaran gelap narkoba ( P4GN ) kepada 205 siswa baru.

Kepala SMAN 10 Sijunjung Arniwita mengatakan, kegiatan P4GN merupakan rangkaian dari Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah untuk peserta didik baru tahun pelajaran 2019 - 2020. Menurutnya, narkoba dimasa sekarang ini tidak hanya menembus kalangan atas dan daerah kota, akan ke tetapi saat tidak ada batasnya.

baca juga: Selain Taat Berlalulintas, Polres Sijunjung Imbau Pengedara Juga Taati Protokol COVID-19 saat Berkendara

"Kita bisa lihat berita diberbagai media, narkoba masuk keseluruh kalangan, bahkan yang selama ini tidak kita sangka-sangka," katanya di SMAN 10 Sijunjung , Jumat 19 Juli 2018.

Arniwita menambahkan, dengan alasan tersebut, terlebih lokasi SMAN 10 Sijunjung juga berada di perlintasan antar provinsi yang bisa saja menjadi jalur peredaran narkoba.

baca juga: Tidak Terima Anggota Keluarga Kalah Berkelahi, Ayah dan Kakak Ikut Aniaya Korban Hingga Meninggal di Sijunjung

"Ini sifatnya antisipasi, lebih baik mencegah daripada mengobati. Kita berharap dengan materi yang disampaikan akan bahaya narkoba, siswa dapat memahami dan terbebas dari narkoba," ujarnya.

Sementara itu, Kasatreskoba Polres Sijunjung AKP Syamsurijal dalam materi P4GN menyampaikan, banyak penyebab seseorang yang terkena pengaruh narkoba, mulai dari diri sendiri, keluarga dan lingkungan. "Diantara itu yang paling berbahaya ialah lingkungan, untuk itu kepada siswa kami tekankan, untuk memilih pergaulan yang baik dan bertindak kearah yang positif," katanya.

baca juga: Segmen Sianok Cukup Aktif, BMKG Ingatkan Potensi Gempa Kuat di Sumbar

Dihadapan para siswa baru, ia melanjutkan, jika sudah ketergantungan dengan narkoba, efek buruk yang dihasilkan tidak hanya pada diri sendiri akan tetapi juga pada keluarga. "Jika sudah ketergantungan, pikiran hanya ke barang haram itu saja, sementara harganya mahal, bahkan ada keluarganya yang bangkrut, karena ketergantungan," ujarnya.

"Mari tekankan dalam hati kita, jika saya terkena narkoba saya tidak akan pernah jadi orang dan mengejar cita-cita," pungkasnya kemudian.(*)

baca juga: Dua Labor Periksa 1.712 Sampel Swab, Jubir Sumbar: Bertambah 1 dari Kabupaten Sijunjung

Penulis: Muhammad Haikal