TTIC Diserbu Emak-Emak, Bahan Pokok Harga 'Miring' Ludes

Bahan pokok yang dijual di TTIC
Bahan pokok yang dijual di TTIC (KLIKPOSITIF/Joni Abdul Kasir )

PADANG, KLIKPOSITIF - Hari terakhir Toko Tani Indonesia Center (TTIC) alias Rumah Inflansi yang diselenggarakan oleh Dinas Pangan Kota Padang bersama Dinas Pangan Sumbar di Jalan By Pass KM 15 Aie Pacah, Kota Padang masih diserbu emak-emak. Kondisi ini membuat sejumlah bahan pokok yang dijual di TTIC ini ludes terjual dalam satu jam.

Ada beberapa bahan pokok yang dijual dengan harga "miring" di TTIC tersebut. Seperti gula, yang biasanya di pasaran dijual dengan harga Rp12.500. Namun, di pasar murah ini hanya dijual dengan harga Rp11.500. Selain gula, ada juga beras yang dijual dengan harga Rp8.00 perkilogram. Sedangkan, cabe merah Rp40.00 perkilogram padahal di pasaran masih dijual dengan Rp70.000 perkilogram.

baca juga: Indeks Harga Konsumen (IHK) Gabungan Dua Kota di Sumbar pada September 2020 Menurun

Selain itu, juga dijual bawang merah dengan harga sangat terjangkai yakni Rp23.000 perkilogram, bawang putih dijual dengan harga Rp30.000 perkilogram padahal di pasaran biasanya dijual dengan harga Rp45.000 . Kemudian, ada minyak goreng 2 liter yang dijual dengan harga Rp21.000, tomat Rp8.000 perkilogram. Lalu, telur ayam Rp28.000, kacang tanah Rp21.000, petai Rp2.500 perpapan, dan jengkol Rp5.00 perbutir.

Salah satu pembeli di TTIC, Fitri Anis, warga Balai Baru mengaku senang bisa memebli sejumlah kebutuhan pokok dengan harga lebuh murah di pasaran. Sehingga lumayan juga nanti uang lebihnya bisa dibelikan untuk kebutuhan yang lain.

baca juga: Hingga September Inflasi 1,32 Persen, BPS: Inflasi Inti Terendah Sejak 2004

"Saya senang dengan diadakannya pasar murah ini. Bagi saya, pasar ini menjadi momen khusus untuk belanja karena harganya lebih murab dibangdingkan dengan harga di pasaran. Saya membelu beberapa bahan pokok sembako, diantaranya cabai, bawang merah, dan minyak goreng," ujar Fitri Anis, Jumat, 19 Juli 2019.

Hal serupa disampaikan Linda, (34). Dia mengaku datang ke TTIC ini karema merasa sangat terbantu. Dia mengucapkan terimakasih kepada Pemerintah Kota Padang yang telah menyelenggarakan pasar murah ini. Sebab, kegiatan ini sangat membantu dirinya dan masyarakat kota Padang.

baca juga: Daya Beli Anjlok, BPS Catat Inflasi Juni 0,18 Persen

"Sangat terbantu ya, saya berharap agar pasar murah ini lebih sering-sering dilakukan dan waktunya harus diperpanjang, agar lebih banyak masyarakat yang ikut belanja," harap Linda sambil menggendong anak perempuannya.

Sementara itu, Eli, (42), warga Ampang menuturkan, kegiatan TTIC ini sangat bermanfaat bagi masyarakat kota Padang, apalagi warga yang kurang mampu. Karena barang-barang yang dijual di sini ada perbedaan selisih mulai seribu Rp5.000 hingga Rp10.000 perkilogram lebih murah dibandingkan dengan harag di pasaran.

baca juga: Inflasi Sumbar pada Mei 0,63 Persen, BI: Terutama Berasal dari Kelompok Transportasi

"Lebih murah dibandingkan di pasaran, jadi kegiatan ini sangat membantu syaa secara pribadi dan para warga Padang lainnya untuk mendapatkan bahan pokok dan barang-barang kebutuhan dapur," tutur Eli sambil memilih-milih bawang merah.

Selain itu, pasar murah juga berdampak positif bagi oara penjual yang menjual dagangannya. Seperti dikatakan Edi, (45), salah satu penjual sembako. Dia mengucap syukur karena dagangnya laris manis. Karena, banyak masyarakat yang datang membeli sembako dan kebutuhan pokok lainnya.

"Syukur alhamdulillah, kami pedagang merasa diuntungkan dengan dilaksanakannya toko tani indonesia center ini, pedagang banyak yang datang. Tidak butuh lama, barang dagangannya saya laris manis dibeli masyarakat," ucap Edi. (*)

Penulis: Joni Abdul Kasir