Status Bermasalah, Tim Gabungan Tindak Hotel Berbintang di Padang

Penindakan yang dilakukan petugas gabungan SK4 Padang ke salah satu hotel berbintang
Penindakan yang dilakukan petugas gabungan SK4 Padang ke salah satu hotel berbintang (KLIKPOSITIF/Ocky Anugrah Mahesa)

PADANG, KLIKPOSITIF -- Tim gabungan SK4 Padang yang berisi Satpol PP, TNI dan Dinas Pariwisata menindak salah satu hotel yang berada di Jalan Diponegoro, Padang Barat, Minggu, 21 Juli 2019 dinihari WIB.

Penindakan itu dilakukan lantaran pihak hotel tidak bisa menunjukkan berkas sertifikasi status hotel berbintang pada petugas yang razia pada dinihari tersebut.

baca juga: Diduga Mesum, Tiga Pasangan Muda-mudi di Padang Diamankan Satpol PP

Saat razia berlangsung, tampak petugas hotel awalnya berusaha meyakinkan petugas bahwa hotel tersebut memiliki status bintang 2.

Namun petugas hotel tidak bisa menunjukkan bukti sertifikasi hotel berbintang sesuai yang diterbitkan oleh lembaga Persatuan Hotel dan Restoran Indonesia ( PHRI ) pada Kasi Usaha Industri Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Padang, Edral Pratama yang hadir dalam operasi.

baca juga: Kembali Beroperasi, Tempat Hiburan Malam di Kota Padang Didatangi Satpol PP

Mendapati hal tersebut, petugas gabungan pun langsung memeriksa sejumlah kamar yang berisi tamu di hotel itu. Alhasil, petugas mendapatkan satu pasangan ilegal tengah berduaan dalam kamar.

"Sementara pihak hotel akan kami panggil untuk menjelaskan status hotel . Selain itu, berhubung pihak hotel tidak bisa menunjukkan berkas setifikasi hotel , maka beberapa kamar disana kami periksa," kata Edral.

baca juga: Anak Terlantar di Padang Diangkut Satpol PP

Edral menjelaskan, terkait hotel , ada dua lembaga yang bisa mengeluarkan dua sertifikat status hotel yang diakui oleh Pemerintah Pusat. Dua lembaga itu adalah PHRI dan Sucofindo.

"Pihak hotel harus mengantongi satu di antara dua sertifikat dari dua lembaga itu. Jika tidak ada, maka statusnya dipertanyakan, dan kami akan memberikan penindakan lebih lanjut," jelas dia.

baca juga: Pandemi COVID-19, Hotel di Padang Ini Sempat Jualan Takjil untuk Tutupi Biaya Operasional

Sementara terkait pemeriksaa ke kamar, Kasatpol PP Padang, Al Amin mengatakan, langkah itu dilakukan lantaran pihaknya mendapatkan laporan dari masyarakat bahwa hotel yang berada di jalan Diponegoro itu kerap dijadikan tempat berbuat asusila oleh pasangan ilegal.

"Dari pemeriksaan ke kamar, meskipun tidak semuanya, kami ingin membuktikan bahwa laporan dari warga itu benar. Sebab ada sepasang pasangan ilegal yang kedapatan berduaan di dalam kamar," tukas Al Amin.

Al Amin menuding bahwa pasangan ilegal itu telah melanggar Perda nomor 11 tahun 2005 Kota Padang tentang ketertiban umum.

Selain di Hotel jalan Diponegoro tersebut, petugas juga menemukan satu pasangan ilegal lainnya di sebuah penginapan di Jalan Nipah. Penginapan tersebut belakangan diketahui juga tidak memiliki sertifikasi status yang lengkap.(*)

Penulis: Ocky Anugrah Mahesa