BPBD Sumbar Laksanakan Jambore PRB VI 2019 di Mentawai

Kepala BPBD Sumbar Erman Rahman
Kepala BPBD Sumbar Erman Rahman (Istimewa )

PADANG, KLIKPOSITIF - Dalam membangun daerah yang memiliki kesiapsiagaan bencana khusus di Sumatera Barat (Sumbar), Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Sumbar menggelar Jambore Pengurangan Resiko Bencana (PRB) VI tahun 2019 di Mentawai.

Kegiatan yang melibatkan 400 orang dari kelompok siapa bencana (KSB) dari kabupaten dan kota ini diadakan di Desa Mapadegat, Kecamatan Sipora, Kabupaten Kepulauan Mentawai. Dimulai Senin 22 hingga Jumat 26 Juli 2019, akan dibuka oleh Wakil Gubernur Sumbar Nasrul Abit.

baca juga: BNPB Bantu Sumbar Rp19 Miliar Atasi Abrasi Pantai

Kepala BPBD Sumbar Erman Rahman menyampaikan, kondisi Sumbar yang menjadi Market bencana perlu dilakukan penguatan dan peningkatan kapasitas dalam kebencanaan, baik secara kelembagaan maupun ditingkat masyarakat dalam pengurangan risiko bencana.

"Kami pilih Mentawai untuk mengasah mental para peserta yang terlibat dalam rangkaian kegiatan PRB ini," ujarnya kepada KLIKPOSITIF , Minggu, 21 Juli 2019.

baca juga: BPBD Sumbar Kerahkan Helikopter untuk Pencarian Korban Hilang Suayan

Dijelaskannya, peringatan bulan PRB tahun ini mengakat tema "Tingkatkan Saiga, Kurangi Resiko Bencana Menuju Ketangguhan Masyarakat Berprinsip Inklusi". Peserta terdiri dari relawan KSB, calon KSB, TAGANA dan PMI.

"Dalam kegiatan tersebut peserta akan dibekali dengan pengetahuan kebencanaan sekaligus menguji kemampuan relawan KSB dalam penanganan bencana di lapangan. Selain, peningkatan kapasitas keilmuan juga diselenggarakan lomba manajemen posko dan kuis pengurangan risiko bencana," ulasnya.

baca juga: Ribuan APD Diterbangkan Menggunakan Heli Canggih dari BIM ke Dharmasraya

Rahman berharap kegaitan itu BPBD kabupaten dan kota bisa menumbuhkembangkan relawan KSB dan mengagendakan kegiatan jambore tahunan PRB dan melakukan pembinaan. Kemudian peserta diharapkan mendapatkan pengetahuan soal hitung cepat pasca bencana, teknik fasilitas, pertolongan pertama gawang darurat, pengelolaan dan distribusi bantuan saat darurat dan manajemen posko.

Selanjutnya, terbangunnya jaringan informasi dan kerjasama antara KSB dengan pihak yang berkaitan dengan kebencanaan di Sumbar. Serta adanya komitmen bersama untuk membangun kesadaran masyarakat terhadap bencana dan memperkuat peran dan kemampuan KSB ditingkat kelurahan atau nagari.

baca juga: Bantuan Logistik Bencana dan APD Disalurkan ke Limapuluh Kota Pakai Helikopter

"ilmu yang didapat KSB nantinya bisa ditularkan kepada masyarakat dan diaplikasikan saat terjadi bencana," tutup Erman. (Adv)

[Joni Abdul Kasir]

Penulis: Joni Abdul Kasir