11 JCH Indonesia Meninggal di Arab Saudi

Jamaah Calon Haji
Jamaah Calon Haji (website Kemenag)

KLIKPOSITIF -- Sebanyak 11 jemaah calon haji Indonesia meninggal dunia di Arab Saudi. Menteri Kesehatan RI, Nila F. Moeloek menginformasikan 3 di antaranya meninggal dalam pesawat dan sisanya di rumah sakit Arab Saudi.

"Sampai sekarang laporan dari tim kami yang meninggal itu 11 orang, 3 di pesawat dan sisanya di rumah sakit Saudi Arabia," kata Menteri Kesehatan Nila Moeloek dalam kunjungannya di RSUP Dr Sardjito, Senin (22/7) dilansir Suara.com, jaringan Klikpositif.

baca juga: Presiden Minta Percepatan Program Vaksinasi, Ini 3 Daerah dengan Capaian Terendah

Meski begitu, Nila Moeloek menilai kondisi jemaah calon haji Indonesia tahun 2019 ini cukup baik. Lantaran pihaknya juga telah bekerjasama dengan kementerian lain yang terkait dalam memberikan pelayanan terbaik untuk jemaah calon haji.

"Jemaah haji bagus, karena kami mengkoordinasikannya juga baik dengan Kementerian Agama, Kesehatan dan Kementerian Kumham untuk tidak antre jadi imigrasinya diperpendek," ujarnya.

baca juga: Presiden Minta Menkes Turunkan Biaya Tes PCR

Selain itu, Nila Moeloek dari segi kesehatan juga telah menyediakan tim-tim khusus untuk memperhatikan kondisi jemaah calon haji selama di Arab Saudi. Pihaknya membentuk tim khusus untuk memperhatikan kesehatan jemaah calon haji, terutama yang sudah lanjut usia.

"Kita juga punya tim promotif dan preventif untuk mengingatkan seperti tadi 'sudah minum obat belum mbah' kan si mbah suka lupa," lanjutnya.

baca juga: Tidak Diproduksi di Tanah Air, Pemerintah Buru 3 Jenis Obat COVID-19 Ini

Selain itu, pihaknya juga telah membentuk tim khusus untuk memperhatikan jemaah haji Indonesia yang terlihat lelah atau sendirian selama beribadah. Dalam hal ini tim bertugas untuk memberikan pertolongan pertama kepada jemaah calon haji. Jika tidak bisa ditangani, maka tim akan segera membawanya ke rumah sakit Arab Saudi.

"Kemudian ada tim gerak cepat, begitu kita lihat ada orang Indonesia kok linglung, jalan sendiri, tim gerak cepat akan langsung membantu," tegasnya.

baca juga: Pemerintah Capai Target 1,3 Juta Vaksinasi Perhari

Sementara, sebanyak 127 kelompok terbang jemaah haji Indonesia telah tiba di Kota Makkah. Rilis Sistem Informasi dan Komputerisasi Haji Terpadu (Siskohat) Kemenag menyebutkan, sebanyak 52.065 jemaah disertai petugas telah berada di Kota Kelahiran Nabi tersebut.

“Ini sesuai data Siskohat tanggal 21 Juli 2019, pukul 19.00 WAS,” jelas Kasie Data dan Informasi Daker Makkah Nurhanudin, Minggu (21/7) kemarin.

Nurhan menyampaikan, jemaah yang tiba di Makkah merupakan gabungan gelombang pertama dan kedua pemberangkatan haji. “Total jemaah gelombang dua yang tiba berjumlah 40. 695 orang. Sementara untuk gelombang kedua sebanyak 11.370 orang,” jelas Nurhan.

Sementara, jumlah jemaah wafat hingga hari ke-16 masa operasional haji, bertambah menjadi 11 orang. Berikut rinciannya:

  1. Khairil Abbas Salim (BTH 23), usia 62 tahun, meninggal pada 8 Juli 2019, di RSAS Madinah;
  2. Sumiyatun Sowikromo Sutardjan (SOC 2), usia 57 tahun, meninggal pada 8 Juli 2019, di pesawat menuju Madinah;
  3. Mudjahid Damanhuri Mangun (SOC 44), usia 74 tahun, meninggal pada 9 Juli 2019, di RSAS Madinah;
  4. Subli bin Muhammad Nasri (BTH 32), usia 61 tahun, meninggal pada 11 Juli 2019, di RSAS Madinah;
  5. Artapiah Armin Musahab (JKG 86), usia 60 tahun, meninggal pada 12 Juli 2019, di pesawat menuju bandara Madinah;
  6. Soeratno G Mangun Wiyoto (SUB 45), usia 74 tahun, meninggal pada 15 Juli 2019, di RSAS Madinah;
  7. Ahmad Suparman bin Jubed (JKS 01), usia 53 tahun, meninggal pada 17 Juli 2019, di RSAS Madinah;
  8. Rabiun Daliman Arsyad (LOP 6), usia 54 tahun, meninggal 18 Juli 2019, di pemondokan Madinah;
  9. Supardjo Rata Ilyas (JKS 41), usia 76 tahun, meninggal 20 Juli 2019, di pesawat dalam perjalanan menuju Bandara King Abdul Aziz, Jeddah;
  10. Ahmad Dimyati Ruhbi (JKS 18), usia 56  tahun, meninggal 21 Juli 2019 di RSAS Makkah,  dan
  11. Sapan Tumanga Loga (UPG 4), usia 69 tahun, meninggal 21 Juli 2019, di pemondokan Makkah. (*)

sumber: Suara.com dan situs Kemenag

Penulis: Agusmanto