Mandeh Dilewati Pembalap TdS? Kadis PU: Balai akan Lapisi Jembatan Pakai Multiplak

Jembatan di Mandeh yang bisa memicu kawasan tersebut tidak dilalui pembalap Tour de Singkarak 2019
Jembatan di Mandeh yang bisa memicu kawasan tersebut tidak dilalui pembalap Tour de Singkarak 2019 (Istimewa )

PADANG, KLIKPOSITIF - Kawasan wisata Mandeh yang mendapatkan beberapa catatan dari tim teknis masih berpotensi dilalui pembalap Tour de Singkarak 2019.

Padahal sebelumnya catatan tim teknis, Mandeh bisa urung dilalui jika jembatan yang ada disepanjang jalan tersebut tidak diperbaiki.

baca juga: Wagub Sumbar: Kekurangan dan Kelemahan TdS Diperbaiki Bersama

Menurut informasi yang diterima Kepala Dinas Pekerjaan Umum (PU) Sumatera Barat (Sumbar) Fathol Bari dari Balai Jalan Wilayah III akan diupayakan agar jembatan bisa memenuhi standar yang diminta tim teknis.

"Informasi dari PPKnya, untuk TdS 2019 akan diupayakan lantai jembatan dilapisi Multiplak, mudah-mudahan bisa memenuhi standar teknis yang diminta pihak penyelenggara TdS," ujarnya kepada KLIKPOSITIF , Senin, 22 Juli 2019.

baca juga: Berbarengan dengan Pilkada, TdS 2020 Terancam Batal Diselenggarakan

Penggunaan Multiplak agar jembatan sama rata dengan jalan sehingga tidak berbahaya bagi pembalap saat melaju dengan kecepatan tinggi.

Sementara menanggapi permintaan dari Pemerintah Kabupaten Pesisir Selatan agar provinsi dalam hai ini Dinas PU, Fathol menyatakan, jalan tersebut memang jalan provinsi. Akan tetapi Dinas belum bisa menganggarkan kerena masih dalam penanganan Balai Jalan.

baca juga: Evaluasi TdS, DPRD Sumbar: Jangan Lagi Ada Aspal Satu Malam

"Jalan tersebut memang jalan provinsi, tapi kita belum menganggarkan karena masih ada penanganan dari Balai Jalan III," ujarnya.

Fathol berharap, Mandeh bisa dilewati pembalap TdS, apalagi jalan baru saja selesai dibangun. "Kita berharap Mandeh bisa dilewati," tukasnya.

baca juga: Perdana Masuk Rute TdS, Ini Komentar Warga Sutera Pessel

Sebelumnya, Koordinator Tim Teknis Asep Cheppy Sulaiman menyampaikan, penyebabnya karena jembatan sepanjang jalan yang baru siap dibangun tersebut belum layak. Selain jembatan juga belum terdapat pengaman batas disetiap turunan jalan.

Belum layak kerena ada beberapa pembangunan jembatan belum tuntas dan berlantai kayu bahkan ada yang terban.

Menurutnya, pembalap akan memacu kecepatan di jalan Mandeh karena jalan mulus. Namun ketika memasuki jembatan malah beresiko tinggi bagi pembalap karena kondisi jembatan.

Kemudian jalan yang kebanyakan hutan memuat kayu disepanjang jalan juga berbahaya. (*)

Penulis: Joni Abdul Kasir