Wagub: Masyarakat Sumbar Harus Siap dengan Bencana

Pembukaan Jambore Pengurangan Resiko Bencana ke VI di Mentawai
Pembukaan Jambore Pengurangan Resiko Bencana ke VI di Mentawai (Humas Pemkab Mentawai )

MENTAWAI, KLIKPOSITIF - Mitigasi atau upaya pengurangan resiko bencana sangatlah penting disampaikan ke masyarakat, karena bencana alam bisa saja terjadi kapan saja dan tidak dapat diprediksi.

Kondisi yang demikian sering mengejutkan masyarakat saat bencana tiba-tiba terjadi. Ketidaksiapan masyarakat disebabkan karena kurangnya pengetahuan, pemahamam dan kapasitas untuk siap dalam menghadapi bencana.

baca juga: Begini Dahsyatnya Banjir Bandang di Luwu Utara

Hal itu disampaikan Wakil Gubernur Sumbar Nasrul Abit dalam acara Jambore Pengurangan Risiko Bencana (PRB) VI Tahun 2019 di yang digelar di bumi perkemahan Kawasan Wisata Bahari Mapadegat, Desa Tuapejat, Kepulauan Mentawai, Selasa, 23 Juli 2019.

"Mitigasi sangat esensial, mengingat potensi bencana di Sumbar tinggi. Kurangnya edukasi mengenai mitigasi, dinilai menjadi penyebab banyaknya korban jiwa setiap terjadinya bencana," ujarnya.

baca juga: Banjir Bandang Terjang Sichuan, 14 Orang Meninggal Ribuan Orang Dievakuasi

Menurutnya, tugas pemerintah adalah bagaimana kesadaran warga dalam mengetahui ancaman yang akan terjadi melalui mitigasi dan sosialisasi berkelanjutan. Agar masyarakat tahu apa yang harus mereka lakukan saat terjadi bencana.

"Tidak hanya pemerintah, bencana menjadi tanggungjawab kita semua, hari ini edukasi terhadap relawan sebagai Pengurangan Risiko Bencana (PRB) bencana ini adalah dengan memperkuat mitigasi. Relawan sebagai perpanjangan tangan pemerintah bisa menerapkan ilmu mereka kepada masyarakat," jelasnya.

baca juga: Banjir Ganggu Pelaksanaan PSBB di Kepulauan Mentawai

Sementara itu, Kepala Pelaksana (Kalaksa) BPBD Sumatera Barat, Erman Rahman sebagai pelaksana kegiatan menyampaikan, Jambore PRB VI kali ini dilaksanakan di Kabupaten Kepulauan Mentawai, merupakan kegiatan peningkatan kapasitas yang juga memberikan pelatihan dan pembinaan kepada KSB (Kelompok Siaga Bencana) yang terdapat di desa dan nagari tiap kabupaten kota di Sumbar.

Jambore Pengurangan Resiko Bencana tahun ini melibatkan 400 orang dari kelompok siapa bencana (KSB) dari 15 kontingen kabupaten dan kota di Sumbar.

baca juga: Pemkab Sebut Jalan Trans Mentawai Bisa Percepat Penanggulangan Bencana

"Acara ini diadakan di Desa Mapadegat, Kecamatan Sipora, Kabupaten Kepulauan Mentawai. Selama lima hari yang dimulai Senin 22 hingga Jumat 26 Juli 2019," ungkapnya.

Kegiatan ini bertujuan penguatan dan peningkatan kapasitas dalam kebencanaan, baik secara kelembagaan maupun ditingkat masyarakat dalam pengurangan risiko bencana, juga saling menyampaikan informasi disetiap daerah, dan juga ajang silaturahmi antar peserta KSB. (*)

Penulis: Joni Abdul Kasir