Kapolda Mengaku Kaget Adanya Dugaan Ancaman Bom di Sumbar

Kepala Kepolisian Daerah Sumatera Barat Irjen Pol Fakhrizal
Kepala Kepolisian Daerah Sumatera Barat Irjen Pol Fakhrizal (KLIKPOSITIF/ Halber)

PADANG , KLIKPOSITIF -- Kepala Kepolisian Daerah Sumatera Barat Irjen Pol Fakhrizal mengaku kaget dengan dugaan akan adanya serangan di beberapa markas kepolisian di Sumatera Barat.

"Saya juga kaget melihat berita kemarin bahwa akan adanya pengeboman di beberapa titik markas Polri," kata Kapolda Sumbar , Irjen Pol Fakhrizal saat ditemui awak media, Rabu 24 Juli 2019.

baca juga: Fadli Zon Nilai Perlu Terobosan Selesaikan Konflik Palestina -- Israel

Menurutnya, setelah penangkapan dilakukan oleh Densus 88 pada salah seorang tersangka, Novendri, Sabtu 18 Juli 2019 lalu di daerah Kota Padang , ia langsung menanyakan kepada Direktur Inteligen dan Direktur Kriminal Umum.

"Saya langsung menanyarakan perihal penangkapan tersebut pada Dir Intel dan Dir Um," lanjutnya.

baca juga: WHO: Masih Ada Harapan untuk Mengendalikan Wabah COVID-19

Ia mengatakan bahwa pihaknya sudah melakukan pengecekan di lapangan.

"Soal adanya informasi yang mengatakan adanya ancaman bom silakan tanya pada Densus 88 saja," jelasnya.

baca juga: KPK Cium Modus Dana Anggaran Penanganan COVID-19 Dipakai Buat Pilkada

Sebelumnya, Kepala Biro Penerangan Masyarakat Divisi Humas Polri Brigadir Jenderal Dedi Prasetyo, Novendri sudah memetakan beberapa wilayah di Padang .

"Dia merencanakan aksi terorisme dengan melakukan memetakan ke beberapa sasaran aksi terorisme khususnya di Sumatera Barat, sasarannya pada Upacara 17 Agustus," kata Dedi Prasetyo di Mabes Polri, Selasa (23/7).

baca juga: Litbang Kemenperin Optimalkan Daur Ulang Kertas Jadi Bahan Baku Industri

Lokasi-lokasi yang dipetakan adalah kantor kepolisian dari mulai Polda Sumbar , Polresta Padang , hingga pos polisi lalu lintas.

Tak cuma memetakan, Novendri juga disebut polisi sudah merakit bom yang akan digunakan. Dedi juga menyebut Novendri juga telah mengintai sejumlah anggota polisi untuk dijadikan target penyerangan dan perebutan senjata.

Novendri tidak bekerja sendiri dalam merencanakan dan melakukan aksi teror. Sejumlah rekannya kini masih dalam pengejaran tim Densus 88.

"Dia tidak bekerja sendiri, beberapa anggota kelompoknya masih dikejar Densus 88 dan Satgas Antiteror di Polda terkait," lanjutnya. [Halbert Caniago]

Penulis: Eko Fajri