Sebelum Kuda Turun ke Gelanggang...

Salah satu kuda yang turun dalam ajang Lebaran Cup di Payakumbuh, Juli lalu.
Salah satu kuda yang turun dalam ajang Lebaran Cup di Payakumbuh, Juli lalu. (KLIKPOSITIF/Ade Suhendra)

KLIKPOSITIF Tidak gampang menjadikan kuda pacu yang handal. Ia membutuhkan bibit unggul. Tidak kalah penting juga perawatan dan latihan rutin dalam mempersiapkan kuda sebelum turun ke gelanggang.

Salah satu peternak kuda Payakumbuh , Rino Rindo yang diwawancarai KLIKPOSITIF , mengatakan, di kawasan Kubu Godang, Kecamatan Payakumbuh Utara membeberkan beberapa alasan yang harus diperhatikan dalam perawatan kuda pacu.

baca juga: Sebanyak 50 Perusahaan di Payakumbuh Ikut Sosialisasi Program JKP BPJamsostek Bukittinggi

"Kuda pacu itu perawatannya harus teratur. Mulai dari pola makan dan juga latihannya mesti rutin," katanya. Untuk pakan kuda sendiri, ia menyebut terdapat beberapa campuran, seperti padi, jagung, pelet, dan makanan kemasan khusus untuk pakan kuda pacu.

"Kuda bisa diberi makan dua kali sampai tiga kali sehari. Untuk dua kali, diberikan pukul 9.30 WIB pagi dan 18.00 WIB," terangnya.

baca juga: DPC Partai Demokrat Payakumbuh Beri Bantuan Kepada Warga yang Tengah Menjalani Isolasi Mandiri

Terkait latihan yang mesti diberikan, ia menyebut ada dua bentuk latihan yaitu diderap atau lari-lari kecil dan dikenter atau lari kencang. Sebelum diajak berlatih, bulu kuda terlebih dahulu dibersihkan di kandang.

"Hari Senin dan Selasa itu latihannya diderap. Sedangkan Rabu dan Sabtu dikenter," kata Rino.

baca juga: Kampung Sarugo di Lima Puluh Kota Lolos 50 Besar Final ADWI 2021

Diakuinya, perawatan kuda pacu memang butuh dana yang cukup besar. Untuk kisaran perbulannya butuh dana antara Rp5 juta sampai dengan Rp7 juta. Dana sebesar itu sudah masuk dalam gaji perawat kuda yang setiap bulannya antara Rp1 juta sampai Rp1,2 juta.

"Kalau memang ingin kuda pacunya bagus, memang biaya perawatannya cukup besar juga," ulasnya.Hal lain yang tak kalah penting diperhatikan dalam menciptakan kuda pacu handal adalah faktor darah keturunan kuda tersebut.

baca juga: Kebakaran di Lima Puluh Kota, Damkar Payakumbuh Bantu Padamkan Api di Pasar Taram

"Kalau di kita ini, kuda pacu yang bagus itu adalah keturunan kuda thoroughbred Australia. Jadi kalau kuda thoroughbred ini dikawinkan dengan kuda lokal, itu hasilnya G1, dan G1 dikawinkan dengan thoroughbred hasilnya G2, begitu seterusnya. Dan kalau yang bagus untuk pacu kuda adalah G3 dan G4," lanjutnya.

Untuk Payakumbuh sendiri, salah satu kuda yang dikenal memiliki bibit bagus adalah Kuda Padang Mangateh.  "Jadi kuda keturunan Padang Mangateh ini sudah cukup dikenal," katanya.

Dalam pacu kuda , hal lain yang tak kalah penting adalah faktor kehandalan seorang joki. Menurut Rino, untuk joki memang diberikan waktu khusus untuk latihan bersama kuda pacuannya. Namun ada juga kuda yang bisa memahami setiap joki.

"Untuk joki, seharusnya memang ada chemistery. Karena itu, joki ikut melatih. Tapi untuk kuda pacu nasional, ada juga yang tak ikut dalam melatih kuda," jelasnya.

[Taufik/Eko Fajri]

Penulis: Pundi F Akbar