Pasca Puting Beliung, DLH Payakumbuh Masifkan Penataan Pohon Pelindung

Salah satu pohon pelindung yang tumbang akibat puting beliung.
Salah satu pohon pelindung yang tumbang akibat puting beliung. (KLIKPOSITIF/Ade Suhendra)

PAYAKUMBUH , KLIKPOSITIF -- Untuk mengantisipasi tumbangnya pohon pelindung yang bisa membahayakan bagi masyarakat sekitar, Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Payakumbuh terus melakukan penataan terhadap pohon-pohon pelindung yang terdapat di sepanjang jalan utama di daerah tersebut.

Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Dafrul Pasi menyebut, akibat puting beliung yang terjadi di Payakumbuh Minggu (28/7) lalu ada satu pohon pelindung yang tumbang, tepatnya di Koto Nan Ampek, Kecamatan Payakumbuh Barat.

baca juga: Pastikan Warga Taati Protokol Kesehatan di Hari Idul Adha, Satpol PP Payakumbuh Akan Berpatroli

"Akibat puting beliung kemarin memang ada beberapa pohon yang tumbang, tapi itu sebagian besar adalah pohon milik warga, seperti di MAN 2 Payakumbuh dan Seberang Batuang. Yang pohon pelindung itu hanya satu, yang di Koto Nan Ampek," kata Dafrul Pasi, Selasa 30 Juli 2019.

Untuk mengantisipasi hal itu, Dafrul Pasi menyebut kalau pihaknya telah melakukan survey menyeluruh terhadap pohon-pohon pelindung di Payakumbuh .

baca juga: Sempat Ditegur Sekda, Parkir Kendaraan di Balai Kota Payakumbuh Mulai Rapi

"Secara kontinu kita selalu melakukan penataan terhadap pohon pelindung, baik itu terhadap tajuk (ranting) pohon-pohon yang membahayakan ataupun terhadap pohon yang pokoknya dijadikan masyarakat sebagai tempat pembakaran sampah," jelasnya.

Diakui Dafrul Fasi, dalam melakukan penataan terhadap pohon pelindung pihaknya memiliki keterbatasan dari sisi tenaga dan juga peralatan.

baca juga: Termasuk Elly Kasim, Ibu-ibu Indo Jalito Peduli Berkurban di Payakumbuh

"Setiap hari itu kita menerima surat dari masyarakat terkait penataan pohon, baik itu penebangan ataupun penataan tajuk. Tapi karena ketersediaan tenaga dan keterbatasan peralatan membuat kita tidak bisa segera menanggapi keluhan masyarakat itu. Contoh sederhana kita belum punya mobil hidrolik," jelasnya.

Sebagai salah satu upaya dalam menanggulangi masalah minimnya peralatan tersebut, Dafrul Pasi menyebut kalau pihaknya sudah mendapat instruksi dari Wakil Wali Kota Payakumbuh , Erwin Yunaz untuk meggelar rapat koordinasi dengan Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) dan PLN.

baca juga: Pemko Payakumbuh tak Fasilitasi Salat Idul Adha, Pelaksanaan di Masjid dan Lapangan Diizinkan

"Karena kedua instansi itu punya mobil hidrolik. Dan pimpinan melalui wawako sudah menginstruksikan untuk melakukan rapat koordinasi intensif agar penataan pohon bisa ditingkatkan dari segi kualitas ataupun kuantitas," pungkasnya. (*)

Penulis: Taufik Hidayat