Setiap Harinya Tercatat 7-8 Orang dengan Gangguan Jiwa Berkeliaran di Payakumbuh

Ilustrasi
Ilustrasi (net)

PAYAKUMBUH , KLIKPOSITIF -- Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Payakumbuh mencatat sebanyak 7 sampai 8 orang dengan gangguan jiwa (ODGJ) berkeliaran setiap harinya di jalanan daerah tersebut.

"Untuk ODGJ yang didiamkan di rumah sesuai dengan data Dinkes Payakumbuh ada sebanyak 7 orang," kata Kepala Dinkes Kota Payakumbuh , Bakhrizal, Senin (5/8).

baca juga: Terganggu Pandemi COVID-19, Sejumlah Program Kejari Payakumbuh Harus Disesuaikan

Beberapa waktu lalu, pihak Dinkes Kota Payakumbuh baru saja mengamankan salah seorang ODGJ yang kemudian langsung dikirim ke RSJ HB Saanin, Gadut, Padang.

"Ini bukan kali pertama tapi sudah sering kami lakukan. Kita tak pandang bulu, apakah warga Payakumbuh ataupun dari luar Payakumbuh kita akan fasilitasi," jelasnya.

baca juga: Kurban Rendang Perdana Dinilai Sukses, Wako Payakumbuh Targetkan Lebih Banyak Sapi Tahun Depan

Bentuk fasilitas yang diberikan Pemerintah Kota (Pemko) Payakumbuh terhadap ODGJ yang diamankan di wilayahnya antara lain, membantu mengurus kartu Jaminan Kesehatan Nasional-Kartu Indonesia Sehat (JKN-KIS) dan juga memfasilitasi untuk kemudian dikirim ke RSJ HB Saanin, Gadut, Padang.

"Arahan wali kota jelas, mereka kita tangani dengan baik, jelang dikirim ke Padang kita bantu urus kartu BPJS nya (JKN-KIS)," jelasnya.

baca juga: Ada yang Protes Terkait Diperpanjangnya Masa Belajar Siswa di Rumah, Ini Jawaban Wako Payakumbuh

Wali Kota Payakumbuh , Riza Falepi mengungkapkan, pihaknya tidak pandang bulu dalam memberikan pelayanan tersebut. Tidak hanya untuk OGDJ dari Payakumbuh , yang berasal dari luar daerah juga akan mendapat perlakuan sama.

"Kami akan tangani persoalan ini tanpa harus menimbulkan persoalan bagi daerah lain, sebab saya juga mendapat informasi sebagian ODGJ di Payakumbuh merupakan kiriman dari daerah lain," kata Riza.

baca juga: KPN Husada Syariah RSUD Adnaan WD Wakili Payakumbuh untuk Lomba Koperasi Tingkat Sumbar

Riza menyayangkan apabila suatu daerah menolak kehadiran ODGJ dengan cara mengirim orang tersebut ke daerah lain. Jika seluruh daerah mempraktekkan perilaku demikian, maka yang terjadi adalah sebuah lelucon, di mana akan terjadi saling kirim ODGJ.

"Makanya saya perintahkan dinas terkait, kita tangani dengan baik dan semanusiawi mungkin. Fasilitasi mereka hingga ke rumah sakit jiwa, semoga dengan begitu mereka bisa mendapatkan kesembuhan," pungkasnya. (*)

Penulis: Taufik Hidayat