Selain Malaysia, Tenaga Kerja Sumbar Berpeluang Bekerja di Negara - negara Ini

Para pencari kerja/Ilustrasi
Para pencari kerja/Ilustrasi (Istimewa )

PADANG, KLIKPOSITIF - Tenaga Kerja Indonesia (TKI), khususnya dari Sumatera Barat (Sumbar) berpeluang besar bekerja di luar negeri. Saat ini tidak hanya Malaysia yang menampung TKI, sejumlah negara seperti seperti Korea, Jepang, bahkan beberapa negara di Eropa.

Walaupun peluang terbuka, SDM tenaga kerja yang akan dikirim harus disiapkan. Baik itu yang berhubungan dengan keahlian, bahasa dan akhlak.

baca juga: WNI Dieksekusi, DPR: Pemerintah Harus Hentikan Pengiriman TKI ke Arab Saudi

Tatang Budie Utama Razak, Sekretaris Utama Badan Nasional Penempatan dan Perlindungan Tenaga Kerja Indonesia ( BNP2TKI ) menyampaikan, Pemerintah Provinsi kabupaten dan kota di Sumbar diminta untuk memanfaatkan peluang kerja yang tersedia tersebut.

“Peluang tenaga kerja di berbagai negara sangat terbuka, pemerintah daerah sejak dini harus mempersiapkan sumber daya yang ada,” ungkapnya, di Padang, Selasa, 6 Agustus 2019.

baca juga: Ini Peluang Kerja Tenaga Kesehatan di Luar Negeri

Menurut, tenaga kerja asal Sumbar di luar negeri yang selama ini cenderung dikirim ke Malaysia untuk sektor manufaktur, harus diperluas aksesnya. Apalagi banyak negara lain yang juga membutuhkan tenaga kerja formal. Sebut saja Jepang, yang menyediakan peluang kerja di 14 sektor, dengan jumlah pekerja yang dibutuhkan 345 orang.

“Kalau selama ini kita mengirim ke Jepang untuk magang, tahun depan kirim untuk bekerja. Sebab Jepang menyediakan lowongan pekerjaan cukup banyak,” pintanya.

baca juga: KJRI Jeddah Pulangkan Dua BMI Sakit

Dalam kesempatan yang sama, Wakil Gubernur Sumbar, Nasrul Abit mengatakan, pemerintah Provinsi Sumbar sedang menyiapkan tenaga kerja yang terampil untuk diterbangkan ke luar negeri.

“Saat ini Jepang, Korea dan Taiwan membutuhkan tenaga kerja yang terampil di bidang teknikal, elektrikal, dan perawat. Kami telah bekerjasama dengan Balai Latihan Kerja (BLK) yang ada di Sumbar. Tercatat ada 690 paket pelatihan yang dilaksanakan di Sumbar tahun ini,” bebernya.

baca juga: Ini Tujuh Prinsip Perlindungan TKI Oleh Pemerintah

Menurut Nasrul, program pemerintah yang menempatkan tenaga kerja ke luar negeri sangat bagus untuk mengurangi tenaga kerja di daerah. Apalagi angka pengangguran di Sumbar sebesar 5,29 persen, masih di atas persentase nasional 5,01 persen. Target di Sumbar, persentase pengangguran di angka 4 persen.

“Pengangguran di Sumbar itu 5,29 persen atau 141.000 orang. Tahun depan harus turun 1 persen, memang tak mudah. Apalagi pengangguran itu didominasi lulusan pendidikan tinggi,” ucapnya.

Dengan kondisi dimaksud, Nasrul Abit meminta pemerintah kabupaten/kota untuk serius memikirkan persoalan dalam mengurangi angka pengangguran. Sebab masalah tenaga kerja merupakan urusan wajib daerah.

"Ini salah satu cara untuk mengurangi pengangguran di daerah. Selain itu mereka yang bekerja di luar negeri mendapatkan gaji yang besar dibandingkan di dalam negeri," tukasnya. (*)

Penulis: Joni Abdul Kasir