Ulang Tahun Ke-350 Kota Padang, Pengamat: LGBT Pekerjaan Rumah Walikota

Pantai Padang
Pantai Padang (KLIKPOSITIF/Joni Abdul Kasir )

PADANG, KLIKPOSITIF - Hari ini (7/8), Pemerintah Kota (Pemko) Padang genap berusia 350 tahun. Beragam harapan untuk kota yang kini fokus mengembangkan pariwisata itu.

Pasalnya di usia 3,5 abad sejumlah persoalan LGBT, maraknya peredaran narkoba, dan sosial seakan tak pernah lenyap dari kehidupan Ranah Bingkuang.

baca juga: Kubus Apung Dipasang Kembali, DLH: Lokasi Ini Lebih Pas

Pengamat Kebijakan Publik dari Universitas Negeri Padang (UNP), Nora Eka Putri menyoroti perilaku masyarakat terutama generasi muda yang sudah jauh dari budaya, Adat Basandi Syarak, Syarak Basandi Kitabullah (ABS-SBK).

Jauh dari nilai - nilai membuat persolan muncul, tidak hanya persoalan agama dan adat tapi juga persoalan sosial yang mengarah kepada prilaku menyimpang. Seperti LGBT, narkoba, dan tawuran antar remaja.

baca juga: Pemko Padang Kekurangan Anggaran untuk BLT Kedua

"Ini tugas pemerintah kedepan, bagaimana Walikota sebagai pemimpin dan pemegang kebijakan bisa mengatasi persoalan ini," katanya, Rabu (7/8).

Namun, tidak hanya pemerintah kota, masyarakat juga berkewajiban mendukung program pemerintah. Sebagai orang tua dan lingkungan tempat tumbuh subur prilaku menyimpang orang tua berperan penting dalam membangun citra suatu daerah.

baca juga: ITP, Kampus Pencetak Mahasiswa yang Siap Berkompetisi dalam Dunia Industri

Kemudian, Nora juga menyoroti kegiatan-kegiatan yang menjurus kepada dunia malam seperti LGBT, maupun hal-hal yang merusak generasi muda. Menurut dia, hingga saat ini permasalahan tersebut belum tuntas ditangani oleh Pemko Padang meskipun sudah ada keberadaan petugas Satpol PP (Satuan Polisi Pamong Praja).

"Ini kedepan kita juga mengharapkan penguatan keluarga, di sekolah, dan lingkungan sekitar. Kita harus menjaga semuanya agar nanti kota Padang ini benar menjadi kota yang layak anak, perempuan dan mencerminkan kota pendidikan tidak hanya sebagai kota wisata, budaya, kuliner dan lainya," sebut Nora.

baca juga: Website Pemerintah Kota Padang Dilaunching Untuk Kedua Kalinya

Melihat berbagai persoalan yang belum selesai ini, Sekretaris Jurusan IAN FIS UNP itu menyarankan, Pemko Padang untuk berkiblat kepada kota-kota besar yang ada di Indonesia, seperti kota Jakarta, Bandung, Surabaya yang memiliki ciri khas alhasil dapat membuat masyarakatnya nyaman menepati kota-kota tersebut.

Menurut Nora, Pemko Padang bisa mewujudkan hal ini dengan meningkatkan teknologi informasi yang terkoneksi langsung antara pemerintah dengan masyarakat. Dia mencontohkan seperti kota Bandung dengan 'melahirkan' aplikasi untuk mempermudah masyarakat setempat yang sedang sakit untuk mendapatkan akses ambulance.

"Dengan adanya aplikasi yang terkoneksi ke Pemko maka Satpoll PP, Polrestas langsung turun tangan dalam memberikan rasa kepada masyarakat yang sedang tidak dalam kondisi aman, ataupun yang dalam tindakan kejahatan," ujar Nora.

Sementara di Surabaya, tutur Nora, lebih mengadalkan penghijauan yang menarik sehingga kotanya layak dinikmati oleh semua pihak. Demikian pula dengan Jakarta periode Anies Baswedan. Dia memandang, Pemko Padang perlu meniru kota-kota yang sudah berkembang, tidak hanya di Indonesia bahkan di luar negeri maka akan lebih baik untuk kemajuan kota Padang ke depan.

Kendati demikian, Nora mengapresiasi kepada kepala daerah dalam hal ini Wali Kota dan Wakil Walikota yang sudah membawa perubahan kota Padang baik dalam bidang pembangunan, segi sosial kemasyarakatan hingga ekonomi. Dia melihat sepanjang lima tahun kebelakagan, pembangunan fisik semakin membaik.

"Kita lihat saja hasil lingkungan atau lokasi disepanjang pantai Padang dan Purus sudah bagus dibandingkan lima tahun lalu. Ada relokasi lapak-lapak yang selama ini belum tertata sekarang sudah tertata semuanya diseberang pinggir pantai," ucap Nora.

Terkait tata kota pembangunan fisik, sambung Nora, biasanya trotoar dan lorong-lorong semrawut karena banyaknya pedagang yang berjualan secara sembarang dan tidak taat aturan namun saat ini sudah ditertibkan. Meskipun, masih ada pedagang kaki lima yang membandel dengan memanfaatkan badan jalan untuk berdagang.

"Kita juga sudah mengamati, biasanya ketika hujan lebat kota Padang langsung banjir sekarang hal itu sudah berkurang. Paling yang terjadi ada pohon tumbang mungkin karena faktor usia dan perawatan yang kurang maksimal," tukasnya. (*)

Penulis: Joni Abdul Kasir