Kejari Pessel Bidik Tersangka Baru Dugaan Korupsi RSUD Pratama Tapan

Kepala Kejaksaan (Kejari) Kabupaten Pesisir Selatan (Pessel) Yeni Puspita
Kepala Kejaksaan (Kejari) Kabupaten Pesisir Selatan (Pessel) Yeni Puspita (KLIKPOSITIF/ Kiki Julnasri)

PESSEL , KLIKPOSITIF -- Kepala Kejaksaan (Kejari) Kabupaten Pesisir Selatan ( Pessel ) Yeni Puspita mengungkapkan, kasus dugaan korupsi dalam pembangunan RSUD Pratama Tapan berpeluang menyeret tersangka baru.

"Bisa saja empat, lima hingga enam orang," ungkap Yeni Puspita usai pemusnahan barang bukti Narkotika di kantor Kejari Pessel , Rabu 7 Agustsus 2019.

baca juga: Bantuan Rp600 Ribu untuk Karyawan Harus Terdaftar BPJS Ketenagakerjaan, Ini Alasannya

Sejauh ini, Yeni Puspita belum menjelaskan secara pasti siapa tersangka baru tersebut. Namun, peluang itu akan terungkap melalui keterangan tersangka dan saksi.

"Hasil keterangan tersangka nantinya akan kita kembangkan, apakah ada pihak lain yang terlibat. Kita tunggu saja nanti,"terangnya.

baca juga: Banyak Lahirkan Ulama, Menag: Pesantren Harus Dibantu

Setidaknya dalam kasus RSUD Pratama Tapan saat ini, Kejari Pessel telah menyeret tiga orang tersangka ke Pengandilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Padang dengan total kerugian negara diperkirakan Rp1,6 miliar.

Katanya, Senin (12/8) depan sidang akan digelar kembali di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Padang, dengan agenda keterangan beberapa orang saksi dari Kejaksaan.

baca juga: Jokowi: Pemberian Subsidi Gaji Tenaga Kerja Cair dalam Dua Pekan

"Proses masih berlajut, dan kita konsisten terhadap kasus ini. Dan tidak ada intervensi dari manapun," tutupnya.

Sebelumnya Kejari Pessel , menyeret tiga nama ke pengadilan dalam kasus dugaan korupsi RSUD tersebut. Ketiga orang terdakwa tersebut yakni WI (pihak manajemen kontruksi), NN (PPK Kementrian Kesehatan) dan FI (penyedia jasa).

baca juga: DPR Nilai Kemampuan Polri Tangani Aksi Terorisme Sudah Mumpuni

Meski bergulirnya kasus korupsi tersebut, namun, Kementerian Kesehatan tetap mengucurkan anggaran Rp12 miliar untuk kelanjutan pembangunan RSUD Tapan, yakni untuk Instalasi Gawat Darurat (IGD).

Direktur RSUD Pratama Tapan, Asrul membenarkan, memang Kementrian Kesehatan telah mengucurkan anggaran Rp12 miliar untuk membangun beberapa item di RSUD Tapan.

"Saya kurang tau diteialnya, yang jelas Kementerian Kesehatan sudah mengucapkan anggaran Rp12 miliar," ujarnya. (Kiki Julnasri)

Penulis: Eko Fajri