Penuhi Panggilan Ombudsman, Bupati Solsel Mengaku Proaktif Selesaikan Persoalan drg. Romi

Bupati Solsel Muzni Zakaria saat wawancara di Ombudsman Sumbar
Bupati Solsel Muzni Zakaria saat wawancara di Ombudsman Sumbar (Istimewa )

PADANG, KLIKPOSITIF - Bupati Solok Selatan Muzni Zakaria hari ini (7/8) memenuhi panggilan Ombudsman Sumbar. Setelah sebelumnya meminta pendapat hingga Senin (5/8), namun Ombudsman kembali melayangkan surat dan mengagendakan Senin tanggal 12 Agustus. Itu artinya Muzni datang lebih awal.

Setelah pertemuan tertutup dengan Ombudsman , dalam sesi wawancara dengan awak media, Muzni mengaku proaktif dalam penyelesaian kasus pembatalan kelulusan PNS drg. Romi oleh Panselda.

baca juga: Sidang Kasus Suap, Jaksa KPK Tuntut Muzni Zakaria 6 Tahun Penjara

"Hari ini saya sudah memenuhi panggilan Ombudsman , terkait apa yang kami lakukan terdapat drg Romi, kami sudah jelaskan dari awal hingga akhir kepada Ombudsman ," ujarnya.

Dia menjelaskan, Pemkab Solsel melalui hanya menjalankan prosedur yang berlaku dalam pembatalan kelulusan drg. Romi. Tanpa menyampingkan hak disabilitas.

baca juga: Kasus COVID-19 Terus Naik, Ombudsman Nilai Pemerintah Lebih Prioritaskan Ekonomi

"Sebenarnya banyak pihak yang sudah membantu persoalan ini hingga sampai ke Pusat, sebab kebijakan pusatlah yang paling penting dalam persoalan ini," katanya.

Muzni pun mengaku sudah menerima usulan dari Ombudsman untuk melakukan pengangkatan terhadap drg. Romi, namun itu saja belum cukup walaupun kami sudah surati Kemenpan-RB.

baca juga: Merasa Dapat Perlakuan Diskriminatif, Orang Tua Siswa Asal Pessel Lapor Ombudsman

"Sekarang drg. Romi tinggal jadi PNS, masih menunggu NIP, beliau ditempatkan di RSUD Solok Selatan mengisi formasi kosong dari tiga formasi hanya dua yang terisi. Disana juga cocok untuk akses disabilitas," jelasnya.

Sementara itu, Kepala Ombudsman Sumbar Yefri Heriani menyampaikan, pihaknya telah mendengarkan semua penjelasan dan bukti - bukti dari bupati terkait pembatalan kelulusan drg. Romi. Kedepan Ombudsman akan mengkaji apakah dalam kasus tersebut terjadi maladmistrasi.

baca juga: Ombudsman Temukan Indikasi Pemalsuan SK Domisili, Disdik: Terbukti Kelulusan Dibatalkan

Namun, analisa awal Ombudsman ada indikasi laporan yang tidak tertulis dijadikan landasan pengambilan keputusan.

"Kami akan kaji dan analisa kasus ini, walaupun ada permintaan dari Pemprov Sumbar dan drg. Romi. Kami tetap akan selesaikan kasus ini dan memberikan laporan ke pusat," katanya.

Penulis: Joni Abdul Kasir