Unand Punya Air Langsung Minum, 30 Dispenser Disebar di Kampus

Rektor Unand Tafdil Husni sedang melihat ruang Instalasi Pengelolaan Air (IPA) Kapasitas 40 liter perdetik
Rektor Unand Tafdil Husni sedang melihat ruang Instalasi Pengelolaan Air (IPA) Kapasitas 40 liter perdetik (KLIKPOSITIF/Joni Abdul Kasir )

PADANG, KLIKPOSITIF - Universitas Andalas ( Unand ) Padang mulai hari (8/8) sudah memiliki air siap minum. Itu artinya civitas akademika yang ada di kampus bisa minum langsung air bantuan dari Kementerian PUPR melalui Balai Prasarana Permukiman Wilayah Sumatera Barat itu juga dilengkapi dengan 30 dispenser yang di sebar dalam kampus.

"Alhamdulillah, hari ini kita sudah bisa menikmati air minum tanpa dimasak dan steril," ungkap Rektor Unand Tafdil Husni saat serah terima Penggunaan Air Siap Minum (PSAM) dari Kementerian Kementerian PUPR melalui Balai Prasarana Permukiman Wilayah Sumatera Barat kepada kampus.

baca juga: Dies Natalis Unand ke 64, Rektor: Mari Lanjutkan Pengembangan Unand

PSAM diserahkan oleh PPK Prasarana Permukiman Wilayah Sumbar Sherly Purnama Sari kepada Rektor Unand Tafdil Husni di kantor pusat Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM) Unand , Kamis, 8 Agustus 2019.

Menurut Tafdil, air siap minum ini dapat mencukupi kebutuhan kampus secara keseluruhan mulai dari rumah sakit Unand , Asrama Mahasiswa, pusat kegiatan mahasiswa hingga Fakultas dan Rektorat. "Tiap fakultas ada dua dispenser, saat ini baru 30 unit, kedepan akan kita tambah sebab rencana awal 60 unit," katanya.

baca juga: Ini Tanggapan Pakar Politik Unand Tentang Pernyataan Puan Maharani

Dijelaskannya latar belakang bantuan pusat tersebut bisa didapatkan Unand . Berawal pada tahun 2016 saat pihak kampus presentasi dihadapan Wakil Presiden Jusuf Kalla yang juga merupakan dewan penyantun kampus.

Selain itu juga disampaikan investasi sistem penyedia air bersih (Intake) lama tidak mencukupi, hanya bisa menghasilkan 15 liter perdetik. Sehingga saat pengguna air secara bersamaan di kampus terjadi gangguan.

baca juga: 9 Mahasiswa Penerima Beasiswa Asal Myanmar Mulai Pendidikan di Universitas Andalas

"Kemudian juga mahasiswa banyak yang pindah ke kampus, tentu penggunaan air semakin bertambah. Maka kami sampaikan ke Wapres dan dapat bantuan air siap minum dan satu lagi air baku, juga PLTMH dari Kemen ESDM," terangnya.

Tafdil mengatakan, kedepan akan dilakukan pemeliharaan air siap minum oleh pihak kampus dan semua pihak bisa menjaga agar bantuan tersebut bertahan lama. "Kedepan merawat ini tanggungjawab bersama, tapi kami juga akan anggarkan untuk maintenance," tukasnya.

baca juga: Kasus COVID-19 Kembali Meningkat di Sumbar, Kepala Laboratorium Unand Ingatkan Hal Ini

PPK Prasarana Permukiman Wilayah Sumbar Sherly Purnama Sari menyampaikan, berdasarkan identifikasi, Unand membutuhkan air bersih dengan kapasitas 100 liter perdetik. Untuk itu perlu adanya Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM) kampus. SPAM kampus yang baru saja selesai berkapasitas 40 liter perdetik.

"Semua elemen kampus dapat menikmati air langsung minum melalui water fountain yang dioperasikan secara digital dan otomatis," ujarnya.

Dilanjutkan Sherly, SPAM Kampus Unand menghabiskan Rp16,6 miliar dari perpaduan dana yang bersumber dari Balai Prasarana Permukiman Wilayah Sumbar dan Balai Wilayah Sungai Sumatera V Dirjen Sumber Daya Air.

"Kedepan besar harapan kami pihak kampus dapat memanfaatkan dan menjaga dengan sebaik-baiknya," tukasnya sekaligus menyampaikan pesan Kepala Balai. (*)

Penulis: Joni Abdul Kasir