Musim Marandang, Berkah bagi Penjual Santan Kelapa di Padang

Santan kelapa murni
Santan kelapa murni (KLIKPOSITIF/Joni Abdul Kasir )

PADANG, KLIKPOSITIF - Hari Raya Idul Adha 1440 Hijriah atau yang lebih dikenal dengan hari raya kurban menjadi berkah tersendiri bagi penjual santan di pasar tradisional di Kota Padang. Pasalnya, santan menjadi buruan masyarakat yang ingin memasak randang dari daging kurban yang didapatkan.

"Alhamdulilah, penjualan di tiga hari terakhir sebelum idul adha hingga selesai penyembelihan hewan kurban ada peningkatan dari pada biasanya," ungkap Iyur, penjual santan di Pasar Raya Padang, Senin (12/8).

baca juga: Tetap Pakai Protokol COVID-19, Ini Lokasi Salat Idul Adha di Kota Padang

Bahkan peningkatan penjualan santan di hari raya kurban mencapai hingga 80 persen. Meskipun mengalami peningkatan pembelian santan, tetapi harga santan tetap normal.

"Harga santan masih normal, tidak ada kenaikan meskipun pembeli ramai saat idul adha ini, harga masih sama dengan hari biasa diangka Rp12ribu perkilogram," katanya.

baca juga: Sanggah Menag, Menko PMK Tegaskan Masjid Istiqlal Belum Bisa untuk Salat Id

Dilanjutkan Iyur, untuk jumlah kelapa yang dibuat santan di idul adha ini meningkat juga dibanding hari biasanya, biasanya habis 200 kelapa perhari, namun sekarang meningkat menjadi 300 kelapa perhari.

"Biasa 200 kelapa perhari sekarang naik menjadi 300 kelapa perhari. Meningkat 100 kelapa di masa-masa idul adha ini," tuturnya.

baca juga: Jumlah Hewan Kurban di Bukittinggi Diprediksi Menurun Tahun Ini

Sementara itu, Onang pedagang santan di Pasar Dadok Tunggul Hitam menyatakan, harga santan yang dijualnya tidak jauh berbeda dengan Pasar Raya Padang dikisaran Rp12ribu perkg.

"Memang harga segitu, sama dengan hari biasanya tidak ada kenaikan," ulangnya.

baca juga: Tahun Ini, Jokowi Beli Sapi Rp90 Juta dari Peternak di Sedayu Untuk Idul Adha

Sedangkan untuk kelapa yang didatangkan berasal dari Pariaman, biasanya mendatangkan kelapa 100-150 kelapa, namun di idul adha ini kelapa yang didatangkan hingga 500 kelapa.

"Untuk omset harian biasanya 300 hingga 500 ribu perhari, untuk idul adha ini mungkin diatas itu. Sebab, belum dihitung juga," tandasnya.

Leni warga Kelurahan Dadok Tunggul Hitam mengaku membutuhkan banyak santan dari hari biasa karena untuk memasak randang . Apalagi ditambah jatah daging cukup banyak dari panitia kurban Masjid sekitar kompleknya.

"Setiap idul adha biasa selalu marandang, tentu butuh banyak santan," ujarnya. (*)

Penulis: Joni Abdul Kasir