Warga Desa Apar, Olah Buah Mangrove Jadi Produk Makanan dan Minuman Siap Saji

Ilustrasi
Ilustrasi (Net)

PARIAMAN , KLIKPOSITIF -- Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) Desa Apar, Pariaman Utara, mengolah buah Mambang (Mangrove) menjadi produk makanan dan minuman siap saji. Dinatara produk tersebut seperti Kalamai Mangrove, Selai Mangrove dan Sirup Mangrove.

Ketua BUMDes Desa Apar, Fadel Muhammad, menjelaskan ide mengolah buah Mangrove tersebut didukung oleh keadaan geografis Desa Apar yang dikelilingi hutan Mangrove.

baca juga: Pemko Pariaman Bangun 1.000 Septic Tank untuk Warga

"Di sinikan banyak tanaman Mangrove, maka timbul ide untuk memanfaatkan perihal itu. Kami lakukan inovasi dan mengolah buah Mangrove menjadi produk siap saji, " jelas Fadel, Sabtu, 17 Agustus 2019.

Lebih lanjut dia mengutarakan, perihal tersebut, Bumdes Desa Apar langsung memberi bimbingan teknis dalam mengusung gagasan kreatif itu.

baca juga: Polres Pariaman Bekuk Seorang Pria Diduga Pengedar Narkoba

"Bimbingan kami merupakan bentuk usaha dari Pemerintah Kota Pariaman agar desa-desa di Pariaman maju, " sebut dia.

Dikatakannya juga, saat ini produk yang diolahnya bersama teman - temannya tersebut masih dalam proses perizinan dan pengecekan dari OPD terkait. Namun olahan dari mangrove ini sudah banyak peminatnya tetapi masih dibatasi karena perizinan masih dalam proses.

baca juga: Pemko Pariaman Kembali Salurkan Bibit Pertanian

Fadel menjelaskan, sebelumnya BUMDes Apar Mandiri ini, telah berdiri sejak tahun 2016. Namun sempat vakum dan tidak berjalan lancar. Sehingga sekarang kembali jalan.

"Hal ini berkat dukungan Pemko Pariaman , yang pada tahun 2019 mulai menghidupkan kembali BUMDes ini, guna untuk mengembangkan dibidang produksi perdagangan dan bidang pariwisata," sebutnya.

baca juga: Hari ke-5 Pencarian Nelayan di Pariaman Belum Menuai Hasil, Begini Situasinya

Fadel juga menjelaskan, umumnya BUMDes yang ada di desa lain, hanya mengembangkan perdagangan saja berupa barang jadi atau siap pakai. Namun BUMDes Apar Mandiri ini, ingin lebih berinovasi dengan mengembangkan perdagangan yang mana BUMDes yang produksi kemudian BUMDes pula yang memasarkannya. (Rehasa)

Penulis: Eko Fajri