Napi di Lapas Kelas II B Pariaman Melebihi Kapasitas

ilustrasi
ilustrasi (net)

PARIAMAN , KLIKPOSITIF - Jumlah narapidana di Lapas Kelas II B Pariaman , melebihi kapasitas. Sebanyak 557 orang narapidana berdesakan di dalam sel yang hanya mampu memuat 170 orang.

Membenarkan perihal itu, Kepala Lembaga Pemasyarakatan Klas II B Pariaman , Sumatera Barat, Pudjiono Gunawan menyebut, dalam satu sel ada 25 orang narapidana.

baca juga: Pemko Pariaman Bangun 1.000 Septic Tank untuk Warga

"Idealnya satu sel untuk sepuluh orang namun karena keadaan itu, terpaksa narapidana berdesakan. Bahkan satu sel dihuni 10 hingga 25 orang, " ungkap dia, Senin 19 Agustus 2019.

Disebutkannya juga, narapidana diletakan pada enam blok, diantaranya 538 orang laki - laki, perempuan 19 orang. "Sementara, usia dewasa 554 orang dan anak-anak sebanyak 3 orang," ucapnya.

baca juga: Polres Pariaman Bekuk Seorang Pria Diduga Pengedar Narkoba

Gunawan membeberkan, perihal itu pihaknya terkadang mendapat kendala terkait pengawasan narapidana. "Personel kami sebanyak 72 orang. Jumlah itu kalau dibandingkan dengan banyaknya narapidana bisa disimpulkan tak sebanding, " ungkapnya.

Lebih lanjut dikatakannya, selain keterbatasan personel, cctv untuk monitor juga sangat terbatas namun bukan masalah utama. Berkenaan dengan itu, dia menyimpulkan, permasalahan utama bukan soal personel dan cctv.

baca juga: Pemko Pariaman Kembali Salurkan Bibit Pertanian

"Kalau personel dan cctv itu sebenarnya tidak terlalu kendala jika saja jumlah narapidana sesuai dengan kapasitas. Persoalan utama, memang karena jumlah narapidana sangat banyak," katanya.

Diketahui, narapidana kasus narkoba merupakan jumlah paling banyak, sekitar 279 orang. "Dengan jumlah itu saja sudah melebihi kapasitas yang ada, " kata Gunawan.

baca juga: Hari ke-5 Pencarian Nelayan di Pariaman Belum Menuai Hasil, Begini Situasinya

Meski kelebihan kapasitas pihaknya tetap memberikan berbagai pelatihan kepada narapidana. "Pelatihan itu mulai dari bidang perikanan, perbengkelan, perkebunan, dan pertukangan," jelasnya.

Selain itu, di sana narapidana juga diberi pembinaan rohani. "Setiap Kamis ada program rohani dan Sabtu program kesehatan jasmani," ujar Pudjiono Gunawan.

Rehasa.

Penulis: Ramadhani