Empat Daerah di Sumbar Berkomitmen Dukung Situs Dunia Keluar dari Bahaya

Hutan Ilustrasi/KLIKPOSITIF
Hutan Ilustrasi/KLIKPOSITIF (KLIKPOSITIF/Joni Abdul Kasir )

PADANG, KLIKPOSITIF - Empat daerah di Sumatera Barat (Sumbar) menyatakan dukungan turut menjaga pelestarian hayati kawasan Alam Tropical Rainforest Heritage Of Sumatra (THRS) yang statusnya ditetapkan UNESCO sebagai Situs Warisan Dunia Dalam Bahaya (List of World Heritage in Danger) sejak 2011. 

Empat daerah itu Kabupaten Solok Selatan, Pesisir Selatan, Dharmasraya dan Solok. Keempat kepala daerah tersebut telah melakukan penandatanganan sebagai bukti mendukung penyelamatan THRS.

baca juga: Perambahan Hutan Lindung di Pesisir Selatan Harus Segera Ditindak

Gubernur Sumbar Irwan Prayitno yang menyaksikan penandatanganan mengatakan, THRS meliputi Taman Nasional Kerinci Seblat ( TNKS ). Walaupun kategori dalam bahaya tidak berada di Sumbar, pihaknya mengambil inisiatif dengan berkonsultasi dengan Dirjen sebagai dukungan.

"Kami mendukung THRS ini memang betul-betul keluar dari daftar warisan dunia dalam bahaya," ujarnya usai rapat koordinasi dengan stakeholder terkait, Rabu, 21 Agustus 2019.

baca juga: Puluhan Hektar Hutan Lindung di Pessel Dirambah, Masyarakat Resah

Menurutnya, melindungi, melestarikan, dan memanfaatkan situs warisan dunia menjadi tanggung jawab bersama. Termasuk untuk mengeluarkan THRS ini dari daftar warisan dunia dalam bahaya dengan melakukan pemanfaatannya secara maksimal.

"Salah satu langkah membuat komitmen bersama daerah yang mewilayahi terdapat TNKS Sumbar," sebut Irwan.

baca juga:

Kepala Dinas Kehutanan Sumbar, Yozarwardi menyebutkan, rapat koordinasi dengan stakeholder terkait ini selain pernyataan dan penandatangan komitmen bersama, namun juga saling tukar pendapat.

"Ada berapa usulan kita untuk THRS pada TNKS ini sehingga kedepan ada tindak lanjutnya dalam mengeluarkannya dari list in danger (daftar bahaya) meskipun wilayah Sumbar ditetapkan aman dibandingkan daerah lain, namun ini bentuk kontribusi kita untuk pelestarian  tersebut," katanya.

baca juga:

Untuk jangka pendek, pihaknya akan membentuk tim kerja melakukan identifikasi terhadap daftar bahaya ini  dan melakukan upaya langkah-langkahnya sebagai satu keterpaduan.

Sementara itu, Dirjen Konservasi Sumber Daya Alam dan Ekosistem Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan, Wiratno mengatakan, TNKS di wilayah Sumbar masih sangat bagus, apalagi dalam kemitraan konservasi dengan masyarakat yang wilayahnya berdekatan dengan TNKS

"Untuk itu dengan adanya komitmen dari Pemprov dan daerah yang wilayahnya masuk kedalam TNKS untuk dapat memanfaatkannya dengan berbagai cara salah satunya wisata alam. Ini juga bentuk menjaga TNKS itu sendiri," ujarnya. (*)

Penulis: Joni Abdul Kasir